MEMUAT BERITA...

Amman Rampungkan Smelter Tembaga di Sumbawa Barat, Kapasitas Capai 900 Ribu Ton per Tahun

Tim Towa - Towa News
Senin, 27 Juli 2026 13:51 WIB
Amman Rampungkan Smelter Tembaga di Sumbawa Barat, Kapasitas Capai 900 Ribu Ton per Tahun
(dok.Amman Mineral)

Towa News, Jakarta - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menuntaskan pembangunan pabrik pengolahan (smelter) tembaga di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Penyelesaian proyek strategis nasional ini ditandai dengan penandatanganan Completion and Project Acceptance Certificate (PAC) bersama mitra konstruksi asal China, China Nonferrous Metal Industry's Foreign Engineering and Construction Co., Ltd. (NFC), di Beijing pada 18 Juli 2026.

Penandatanganan sertifikat tersebut menjadi penegasan resmi bahwa seluruh pekerjaan konstruksi serta daftar pekerjaan komisioning telah dirampungkan sesuai ruang lingkup kontrak. Meski fasilitas ini telah beroperasi sejak lebih dari setahun lalu, capaian tersebut sekaligus menandai bahwa smelter telah melalui dan lolos seluruh uji jaminan kinerja (performance guarantee test), sehingga resmi memasuki tahap operasi jangka panjang.

Presiden Direktur Amman, Arief Sidarto, menyebut rampungnya proyek ini sebagai hasil kerja sama panjang seluruh pihak yang terlibat dalam membangun kompleks pengolahan tembaga dan pemurnian logam mulia terintegrasi yang disebut sebagai salah satu yang paling modern di dunia.

"Rampungnya proyek smelter ini merupakan pencapaian penting bagi Amman. Di baliknya terdapat kerja keras, ketangguhan, dan kolaborasi yang kuat dari seluruh karyawan serta para mitra kami dalam menghadapi berbagai tantangan selama proses pembangunan dan komisioning," ujar Arief, Jumat (24/7).

Arief menambahkan, beroperasinya fasilitas tersebut mempertegas komitmen perusahaan dalam mendukung program hilirisasi mineral yang menjadi agenda pemerintah.

"Ke depan, kami berharap ekosistem kebijakan yang mendukung daya saing industri pengolahan dan pertambangan dalam negeri dapat terus diperkuat agar Indonesia mampu memaksimalkan manfaat hilirisasi dan tetap kompetitif di tengah dinamika global," katanya.

Senada dengan itu, Chairman NFC Liu Yu menilai rampungnya proyek smelter Amman mencerminkan kuatnya kerja sama internasional dalam mendukung pengembangan industri pengolahan mineral berskala besar dan bernilai tambah tinggi, Jumat (25/7).

Smelter Amman dirancang mampu mengolah konsentrat tembaga hingga 900 ribu metrik ton per tahun. Bahan baku pengolahan saat ini dipasok dari tambang Batu Hijau, dan ke depan akan ditambah dari tambang Elang.

Dari proses pengolahan tersebut, fasilitas ini menghasilkan sejumlah produk bernilai tambah, di antaranya katoda tembaga, emas, perak, asam sulfat, hingga selenium. Produk-produk itu disebut menjadi bahan baku penting bagi berbagai sektor industri, mulai dari energi terbarukan, kendaraan listrik, teknologi digital, hingga manufaktur berteknologi tinggi.

Dengan seluruh tahapan pengolahan dilakukan di dalam negeri, proyek ini diharapkan mampu mendorong nilai tambah mineral dalam negeri, dibandingkan dengan skema ekspor konsentrat mentah yang selama ini berjalan.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi