Buku "Presiden Solusi" Ungkap Proses Pengambilan Keputusan Prabowo Selama 1,5 Tahun Pemerintahan

Tim Towa - Towa News
Selasa, 09 Juni 2026 14:38 WIB
Buku "Presiden Solusi" Ungkap Proses Pengambilan Keputusan Prabowo Selama 1,5 Tahun Pemerintahan
(dok.istimewa)

Towa News, Jakarta - Sebuah buku bertajuk Presiden Solusi resmi diluncurkan di University Club Jakarta pada Senin (8/6/2026), menyoroti dinamika di balik layar berbagai keputusan strategis Presiden Prabowo Subianto sepanjang 1,5 tahun masa kepemimpinannya.

Buku ini ditulis oleh dua Asisten Khusus Presiden, Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar Saputra, yang selama ini menyaksikan langsung proses kerja kepresidenan dari ruang-ruang yang tidak terjangkau oleh liputan media.

"Kami banyak mengikuti proses-proses pembuatan keputusan di balik layar. Ketika media tidak ada di ruangan, ketika Bapak Presiden harus berhadapan dengan berbagai problem yang harus diselesaikan dan diputuskan, kami mencoba merekamnya dalam tulisan karena kami merasa punya kewajiban sejarah untuk merekam history in the making," ujar Dirgayuza, Senin (8/6/2026).

Buku tersebut memuat catatan atas 108 keputusan yang dinilai menjadi solusi atas berbagai persoalan dalam negeri, mulai dari program Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, distribusi pompa air, pembangunan jembatan akses pendidikan, hingga penyederhanaan regulasi pupuk.

Dirgayuza menjelaskan, pemilihan format buku bertujuan agar masyarakat luas memiliki rujukan yang mudah diakses untuk memahami maupun mendebat kebijakan presiden. "Kami memilih format buku ini agar bisa lebih mudah diakses oleh masyarakat umum yang ingin mengetahui ataupun ingin memperdebatkan kebijakan-kebijakan Bapak Presiden," ungkapnya.

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Muhammad Qodari turut hadir dan menyebut bahwa Prabowo memiliki kepekaan mendalam dalam membaca akar persoalan bangsa. Ia juga menyinggung kesamaan singkatan judul buku dengan inisial nama presiden.

"Kebetulan kalau disingkat, 'Presiden Solusi' itu PS, sama dengan inisial nama presiden kita, Prabowo Subianto," tutur Qodari.

Sementara itu, Agung Gumilar Saputra menekankan bahwa buku ini hadir sebagai upaya membangun persepsi publik yang berbasis pada fakta kerja nyata. "Jangan sampai fakta tertutup oleh opini. Jadi harus melihat secara keseluruhan," tegasnya.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi