MEMUAT BERITA...

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Terus Lancarkan Perang Ekonomi

Tim Towa - Towa News
Senin, 24 Agustus 2026 11:47 WIB
Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Terus Lancarkan Perang Ekonomi
Ilustrasi Selat Hormuz (dok.towa)

Towa News, Teheran - Pemerintah Iran mengancam akan menghentikan seluruh pengiriman minyak melalui Selat Hormuz apabila Amerika Serikat tetap melanjutkan tekanan ekonomi terhadap negara tersebut. Ancaman itu disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Mohsen Rezaei, pada Ahad (23/8).

Melalui akun media sosial X miliknya, Rezaei menegaskan bahwa Iran tidak akan membiarkan satu tetes pun minyak keluar dari Teluk Persia jika Washington terus memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Teheran.

"Jika perang ekonomi terus berlanjut, tidak akan ada setetes minyak pun yang diekspor, baik melalui Selat Hormuz atau dari mana pun di Teluk Persia. Iran akan menganggap partisipasi atau dukungan negara manapun terhadap perang ekonomi Amerika terhadap rakyat Iran sebagai tindakan perang," kata Mohsen Rezaei seperti dikutip dari Sputnik, Senin (24/8).

Pernyataan tersebut muncul menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai dimulainya babak baru tekanan ekonomi terhadap Iran. Trump menyebut langkah itu sebagai bentuk isolasi terhadap Teheran dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, sekaligus mengajak negara-negara sekutunya untuk turut serta dalam kebijakan tersebut.

Ketegangan antara kedua negara sejatinya sudah berlangsung sejak akhir Februari, ketika AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran. Serangan itu dibalas oleh Teheran terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Memasuki Maret, AS dan Israel kembali menyasar sejumlah lokasi strategis di Iran selatan, termasuk ladang gas South Pars dan kawasan industri Assaluyeh.

Sempat ada upaya meredakan konflik pada Juni, saat Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun kesepakatan itu tidak bertahan lama, karena kedua negara kembali terlibat baku serang tak lama setelahnya.

Hingga kini, konflik antara Iran dan AS belum menemukan titik penyelesaian. Meski tidak lagi terjadi kontak senjata secara langsung, Washington diketahui masih mengandalkan tekanan ekonomi sebagai instrumen utama untuk menekan Teheran.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi