MEMUAT BERITA...

Iran Sebut Peluang Damai Hanya 10 Persen, Tak Mau Sia-siakan Kesempatan

Tim Towa - Towa News
Senin, 20 Juli 2026 11:56 WIB
Iran Sebut Peluang Damai Hanya 10 Persen, Tak Mau Sia-siakan Kesempatan
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (dok.istimewa)

Towa News, Istanbul – Pemerintah Iran menyatakan tetap membuka jalur diplomasi dengan Amerika Serikat kendati peluang tercapainya kesepakatan damai diperkirakan hanya sekitar 10 persen. Sikap ini disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan Minggu (19/7).

Araghchi menegaskan negosiasi masih dianggap layak diperjuangkan meski peluangnya kecil, karena jalur tersebut dinilai bisa membuka ruang bagi Iran untuk memperjuangkan kepentingannya tanpa harus terlibat perang terbuka.

"Perundingan memiliki beberapa tujuan. Salah satunya adalah kemungkinan menemukan cara melalui negosiasi untuk mencapai tuntutan kami dan kami tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan itu," kata Araghchi, Senin (20/7).

Ia menambahkan bahwa sekecil apa pun peluang keberhasilan, upaya diplomasi tetap harus dijalankan sebagai bagian dari strategi Teheran.

"Kami mengatakan bahwa meskipun hanya ada peluang 10 persen untuk mencapai hasil selain perang melalui negosiasi, kami harus memanfaatkan kesempatan itu," ujar Araghchi.

Menurut Araghchi, sekalipun negosiasi akhirnya tidak membuahkan hasil, langkah tersebut tetap penting sebagai bukti bagi pihak lawan, komunitas internasional, dan rakyat Iran sendiri bahwa negaranya telah menempuh seluruh opsi damai yang tersedia sebelum mempertimbangkan jalan lain.

Ketegangan Meningkat Sejak Februari

Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi ketegangan di kawasan yang bermula sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer bersama terhadap Iran pada Februari lalu. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak yang menyasar sejumlah negara di kawasan Teluk, tempat aset militer AS ditempatkan.

Ketegangan sempat mereda setelah AS dan Iran mencapai nota kesepahaman yang difasilitasi Pakistan untuk mengakhiri konflik sekaligus merintis perjanjian damai. Namun, situasi kembali memanas akibat sengketa di Selat Hormuz yang memicu baku serang antara kedua negara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel terkait pernyataan terbaru Menlu Iran tersebut.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi