Towa News, Jakarta - Pemerintah melanjutkan penyaluran bantuan kepada petani di berbagai daerah, termasuk seluruh kabupaten di Papua, sebagai bagian dari percepatan pembangunan sektor pertanian nasional periode 2025-2027.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, total luas lahan yang menjadi sasaran program bantuan bagi petani mencapai 870 ribu hektare, yang turut mencakup wilayah Papua. Hal ini disampaikannya usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
"Kami sudah lakukan bersama teman-teman di 2025, kita lanjutkan 2026 dan 2027. Total luasan untuk petani itu adalah 870 ribu hektare, termasuk tanah Papua, seluruh kabupaten di Papua," ujar Amran.
Khusus untuk Papua, Amran merinci bantuan yang dikucurkan pemerintah pada 2026 mencapai Rp3,2 triliun, meningkat dari Rp2 triliun pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, total bantuan untuk wilayah tersebut dalam dua tahun terakhir telah mencapai lebih dari Rp5,5 triliun.
"Kami berikan bantuan di sana tahun ini Rp3,2 triliun, tahun lalu Rp2 triliun, totalnya Rp5,5 triliun lebih. Kami laporkan kepada Bapak Presiden, beliau mengatakan ini lanjutkan bantuan ini. Ini bantuan langsung ke rakyat," katanya.
Amran menambahkan, bantuan yang disalurkan berupa hibah alat pertanian seperti traktor serta dukungan pencetakan sawah baru. Ia menyebut sejumlah provinsi, termasuk Papua Barat, telah mengajukan permintaan tambahan program cetak sawah, dan pemerintah berkomitmen memenuhi permintaan tersebut.
Presiden Prabowo disebut menginstruksikan agar program bantuan langsung kepada petani ini terus dilanjutkan dan diperluas cakupannya pada tahun-tahun mendatang.
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!