Towa News, New York – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak agar konflik antara Amerika Serikat dan Iran diselesaikan melalui jalur diplomasi. Seruan itu disampaikan menyusul rentetan aksi saling serang antara kedua negara yang kembali memanas.
Guterres menyampaikan desakannya tersebut melalui akun media sosial X pada Selasa (1/9). Ia menekankan pentingnya perundingan sebagai jalan menuju perdamaian yang berkeadilan dan berkelanjutan.
"Kita membutuhkan perundingan menuju perdamaian yang adil dan abadi, lebih dari sebelumnya, sesuai dengan hukum internasional, termasuk Piagam PBB dan resolusi-resolusi PBB yang relevan," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (1/9).
Dalam pernyataannya, Guterres juga menyoroti sejumlah perjanjian dan kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati oleh pihak-pihak terkait. Menurutnya, kesepakatan itu berulang kali dilanggar sehingga memicu kembali terjadinya aksi saling serang.
Ketegangan terbaru dipicu oleh serangan balasan yang dilancarkan Iran terhadap Amerika Serikat. Berdasarkan keterangan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan AS ke wilayah Iran.
Merespons aksi balasan Iran itu, Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman akan melancarkan serangan besar-besaran apabila Iran terus melakukan pembalasan terhadap serangan-serangan yang dilakukan Washington.
Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi lebih lanjut dari pemerintah Iran maupun Amerika Serikat terkait seruan PBB tersebut.
Sumber: Antara
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!