MEMUAT BERITA...

Transaksi QRIS di Semua Toko Bakal Gratis Biaya Mulai Oktober

Tim Towa - Towa News
Selasa, 18 Agustus 2026 09:55 WIB
Transaksi QRIS di Semua Toko Bakal Gratis Biaya Mulai Oktober
(dok.istimewa)

Towa News, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperluas cakupan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) 0 persen untuk transaksi QRIS hingga Rp 100 ribu ke seluruh kategori pedagang. Sebelumnya, fasilitas bebas biaya ini hanya berlaku bagi pelaku usaha mikro.

Kebijakan tersebut akan mulai berlaku efektif pada 1 Oktober 2026. Sementara itu, ketentuan MDR QRIS 0 persen bagi merchant usaha mikro untuk transaksi hingga Rp 500 ribu tetap dipertahankan seperti aturan sebelumnya.

Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa perluasan kebijakan ini bertujuan meringankan beban biaya transaksi bagi pelaku usaha sekaligus memperluas manfaat ekonomi digital bagi masyarakat.

"Kebijakan ini akan mulai efektif per tanggal 1 Oktober 2026. Kebijakan ini akan memberikan ruang efisiensi biaya transaksi bagi para pelaku usaha, agar manfaat ekonomi digital semakin luas dan inklusif. Sekaligus mendukung penguatan daya beli masyarakat," kata Destry Damayanti, Senin (17/8).

Pernyataan tersebut disampaikan Destry usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 RI di Kantor BI, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).

Destry berharap perluasan kebijakan gratis biaya QRIS ini mampu mendorong peningkatan volume transaksi digital sekaligus memacu aktivitas ekonomi dan belanja masyarakat secara lebih luas.

"Perluasan kebijakan MDR QRIS 0% diharapkan dapat mendorong akseptasi dan peningkatan volume transaksi QRIS, memperluas digitalisasi pembayaran pada berbagai segmen usaha, serta pada gilirannya mendukung peningkatan aktivitas ekonomi dan belanja masyarakat," ujar Destry Damayanti, Senin (17/8).

Senada dengan hal tersebut, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Ryan Rizaldy, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari respons kebijakan sistem pembayaran untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, upaya ini dilakukan melalui peningkatan efisiensi transaksi serta percepatan digitalisasi di berbagai sektor usaha.

"Sesuai Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Ryan Rizaldy.

Sumber: Detik

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi