MEMUAT BERITA...

Anwar Ibrahim Surati Prabowo, Minta Bantuan Selesaikan Sengketa Investasi Felda Rp11 Triliun

Tim Towa - Towa News
Senin, 24 Agustus 2026 13:00 WIB
Anwar Ibrahim Surati Prabowo, Minta Bantuan Selesaikan Sengketa Investasi Felda Rp11 Triliun
(BPMI Sekretariat Presiden)

Towa News, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meminta perhatian pemerintah Indonesia terhadap sengketa investasi Lembaga Pembangunan Tanah Federal (Felda) di perusahaan sawit Indonesia, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT). Permintaan ini disampaikan Anwar lantaran Felda terancam merugi hingga RM2,5 miliar atau sekitar Rp11 triliun jika persoalan hukum yang membelit investasi tersebut tidak segera ditangani.

Anwar menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan jajaran manajemen senior dan para manajer Felda di Bangi, Malaysia, Sabtu (22/8/2026), seperti dikutip dari The Star.

"Investasi ini sedang dalam proses pengadilan di Indonesia. Saya telah menulis surat kepada Presiden Prabowo untuk meminta beliau melihat masalah ini," kata Anwar seperti dikutip dari The Star, Sabtu (22/8/2026).

Ia menjelaskan, tanpa penanganan yang tepat, Felda berpotensi hanya memperoleh kembali RM200 juta dari total investasinya, jauh dari nilai kerugian yang mengancam lembaga tersebut.

"Jika tidak ditangani, kami berpotensi kehilangan RM2,5 miliar dan hanya mendapatkan kembali RM200 juta," ujar Anwar Ibrahim.

Sengketa ini bermula dari pembelian saham PT Eagle High Plantations oleh anak usaha Felda, FIC Properties Sdn Bhd, pada Desember 2016 senilai US$505,4 juta atau setara Rp8,9 triliun. Transaksi yang berlangsung pada masa pemerintahan Perdana Menteri Malaysia saat itu, Najib Razak, dinilai jauh melampaui harga pasar dan harga wajar saham perusahaan, sehingga memicu kritik luas dan berujung pada sengketa hukum berkepanjangan hingga kini.

Menurut laporan Antara, Felda hingga saat ini belum dapat menarik kembali dana investasinya karena Eagle High Plantations menggugat perkara tersebut ke pengadilan Indonesia.

Anwar menegaskan, persoalan ini merupakan cerminan lemahnya tata kelola investasi Felda pada masa lalu. Ia menyebut para manajer di tingkat daerah tidak memiliki keterlibatan dalam keputusan investasi tersebut, namun kini turut menanggung akibatnya.

"Saya ingin para manajer memahami betapa sulitnya pemulihan ini. Ini bukan masalah yang disebabkan oleh para manajer," ujar Anwar Ibrahim seperti dikutip dari The Star.

"Apa hubungannya seorang manajer Felda di Pahang atau Johor dengan hal ini? Namun, kitalah yang harus menanggung konsekuensinya... itulah masalahnya," katanya.

Anwar menekankan bahwa proses penyelidikan dan penegakan hukum yang tengah berlangsung tidak boleh menghambat langkah pemulihan kinerja Felda ke depan.

"Yang ingin saya tekankan adalah semua manajer Felda harus memahami sepenuhnya persoalan ini. Mereka tidak boleh berkecil hati, tetapi harus menyadari bahwa masalah-masalah ini harus diselesaikan," tegasnya seperti dikutip dari The Star, Sabtu (22/8/2026).

Di tengah proses penyelesaian sengketa, pemerintah Malaysia dipastikan tetap berkomitmen mempercepat realisasi proyek kesejahteraan bagi warga Felda tanpa menunggu anggaran tahun berikutnya. Anwar juga menggarisbawahi pentingnya penguatan tata kelola, integritas, dan akuntabilitas untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi