BI Catat Likuiditas Ekonomi Tumbuh 7,7 Persen di Oktober 2025

Dipublish oleh Tim Towa | 21 November 2025, 13:22 WIB

Bagikan:
X
BI Catat Likuiditas Ekonomi Tumbuh 7,7 Persen di Oktober 2025
(Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: Shutterstock)

Towa News, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan positif pada likuiditas perekonomian Indonesia periode Oktober 2025. Uang beredar dalam arti luas (M2) mengalami ekspansi 7,7 persen secara tahunan dengan nilai mencapai Rp9.783,1 triliun.

"Posisi M2 pada Oktober 2025 tercatat sebesar Rp9.783,1 triliun atau tumbuh sebesar 7,7 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 8,0 persen (yoy)," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso seperti dilansir dari keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Pertumbuhan likuiditas tersebut dipicu oleh kenaikan uang beredar sempit (M1) yang mencapai 11,0 persen secara tahunan, serta ekspansi uang kuasi sebesar 5,5 persen dalam periode yang sama.

Menurut BI, dinamika M2 Oktober 2025 dipengaruhi tiga faktor utama, yakni aktiva luar negeri bersih, penyaluran kredit perbankan, dan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat.

Aktiva luar negeri bersih membukukan pertumbuhan 10,4 persen secara tahunan pada Oktober 2025, meski mengalami perlambatan dibanding September 2025 yang tumbuh 12,6 persen.

Sementara itu, penyaluran kredit perbankan tercatat tumbuh 6,9 persen secara tahunan di bulan Oktober, melambat dari capaian September yang sebesar 7,2 persen. Perhitungan kredit ini hanya mencakup pinjaman (loans), tidak termasuk instrumen keuangan lain seperti surat berharga, tagihan akseptasi, dan tagihan repo. Kredit dari kantor bank umum di luar negeri serta pinjaman kepada Pemerintah Pusat dan bukan penduduk juga tidak diperhitungkan.

Untuk tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat, angkanya tercatat naik 5,4 persen secara tahunan pada Oktober 2025, turun dari pertumbuhan 6,5 persen di bulan sebelumnya.

BI juga mencatat uang primer (M0) adjusted pada Oktober 2025 mengalami pertumbuhan 14,4 persen secara tahunan menjadi Rp2.117,6 triliun. Angka ini lebih rendah dibanding pertumbuhan September yang mencapai 18,6 persen.

Kenaikan M0 adjusted dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di BI adjusted sebesar 27,1 persen secara tahunan dan uang kartal yang beredar naik 13,4 persen. Perhitungan pertumbuhan M0 adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas dalam kerangka pengendalian moneter.

Sumber: Antara

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video