Dulu Seberangi Sungai Demi Sekolah, Kini 5.000 Jembatan Gantung Hadir ke Pelosok Indonesia

Tim Towa - Towa News
Kamis, 25 Juni 2026 09:51 WIB
Dulu Seberangi Sungai Demi Sekolah, Kini 5.000 Jembatan Gantung Hadir ke Pelosok Indonesia
(Foto: BPMI Setpres)

Towa News, Jakarta - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan perkembangan terkini program pembangunan jembatan gantung yang tengah digenjot pemerintah di berbagai penjuru Indonesia. Progres tersebut ia bagikan melalui unggahan video di akun media sosialnya pada Minggu, 21 Juni 2026.

Program ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, TNI Angkatan Darat, dan masyarakat setempat, dengan tujuan memperkuat konektivitas wilayah-wilayah terpencil yang selama ini sulit dijangkau akibat hambatan geografis.

Seskab Teddy menegaskan, pembangunan jembatan bukan semata soal infrastruktur fisik, melainkan juga membuka akses dan harapan baru bagi komunitas yang selama ini terisolasi.

"Di banyak wilayah yang selama puluhan tahun terpisahkan oleh sungai, kehadiran sebuah jembatan dapat mengubah kehidupan masyarakat. Melalui program pembangunan jembatan gantung, Presiden Prabowo mendorong konektivitas yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih merata hingga ke pelosok Indonesia," ujar Seskab Teddy sebagaimana dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Rabu (25/6/2026).

Pemerintah mematok target ambisius: sebanyak 2.500 jembatan gantung rampung pada Agustus 2026, sebelum kemudian dilanjutkan hingga mencapai 5.000 unit pada penghujung tahun ini.

Dari sisi dampak sosial, manfaat program ini diklaim langsung dirasakan oleh warga. Keberadaan jembatan disebut turut memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan fasilitas publik lainnya.

"Dengan hadirnya jembatan gantung, anak-anak tidak lagi harus menyeberangi sungai untuk bersekolah, dan masyarakat dapat mengakses berbagai fasilitas publik dengan lebih mudah dan aman," ungkap Seskab Teddy.

Bagi generasi muda di daerah terpencil, Seskab Teddy menekankan bahwa jembatan memiliki arti yang melampaui fungsi fisiknya sebagai penghubung dua sisi sungai.

"Bagi anak-anak yang harus berangkat sekolah setiap hari, jembatan bukan hanya penghubung dua tepi sungai. Jembatan adalah penghubung menuju masa depan," tutur Seskab Teddy.

Sumber: Humas Sekretariat Kabinet / BPMI SETPRES

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi