Petani dari Berbagai Daerah Apresiasi Kebijakan Pupuk Subsidi dan Bantuan Pertanian Prabowo

Tim Towa - Towa News
Kamis, 25 Juni 2026 09:58 WIB
Petani dari Berbagai Daerah Apresiasi Kebijakan Pupuk Subsidi dan Bantuan Pertanian Prabowo
(Dok.Sekertariat Kabinet)

Towa News, Gorontalo - Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (24/6/2026), menuai sambutan hangat dari para peserta yang datang dari berbagai wilayah Indonesia.

Salah satu peserta, Timotius, petani asal Papua Barat Daya, mengaku haru bisa bertemu langsung dengan kepala negara. Ia biasanya hanya menyaksikan Presiden melalui layar televisi maupun ponsel.

"Saya sangat bangga karena di Papua saya hanya melihat melalui layar, media, TV, dan HP. Tapi hari ini puji Tuhan saya bertemu langsung dengan Bapak Presiden," kata Timotius seperti dikutip dari BPMI Setpres, Rabu (24/6).

Timotius turut menyampaikan apresiasi atas kebijakan subsidi pupuk yang kini dinilai lebih terjangkau bagi kalangan petani. Ia juga menyebut bantuan benih jagung dan padi sebagai program yang nyata dirasakan masyarakat tani di daerahnya.

"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, karena pupuk subsidi yang selama ini harganya tinggi, sekarang sudah lebih terjangkau. Sehingga kami petani bisa mampu dan bisa lancar untuk bertani," ujarnya dalam laporan BPMI Setpres.

Ia menambahkan, wilayahnya bahkan telah bersiap mencetak lahan sawah seluas 250 hektare sebagai tindak lanjut dari dukungan pemerintah tersebut.

Apresiasi serupa juga datang dari Yasin, petani Desa Padengo, Kecamatan Limboto Barat. Selain berterima kasih atas perhatian pemerintah kepada petani lokal, ia turut mendoakan kesehatan Presiden dan Menteri Pertanian agar dapat terus memimpin dengan baik.

"Alhamdulillah kami doakan semoga beliau sehat-sehat selalu dan selalu diberikan petunjuk untuk memimpin negara maupun khususnya di daerah Provinsi Gorontalo ini," ucap Yasin sebagaimana dikutip dari BPMI Setpres, Rabu (24/6).

Dari sisi pejabat daerah, Petrus Syattle, Kepala Bidang Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, menilai PENAS XVII sebagai forum strategis bagi petani untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, serta mengikuti perkembangan teknologi dan agribisnis.

"Kesan kami, kami rasa bangga karena adanya kegiatan kontak tani ini, KTNA ya. KTNA ini bisa menjadi motivasi bagi kami, khususnya di timur," ujar Petrus seperti dikutip dari BPMI Setpres.

Petrus menegaskan, keikutsertaan petani asal Papua dalam PENAS bertujuan agar mereka dapat belajar dan tumbuh bersama petani dari daerah lain di Indonesia. "Kami membawa petani untuk mereka belajar, supaya mereka juga bisa sama dengan saudara-saudara lain di Indonesia," tuturnya.

PENAS Petani dan Nelayan XVII merupakan ajang pertemuan nasional bagi komunitas tani dan nelayan Indonesia yang diselenggarakan secara berkala sebagai wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman antar daerah.

 (Sumber: BPMI Setpres)

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi