Indonesia Surplus Dagang 72 Bulan Beruntun, Ekspor Tembus US$ 92,15 Miliar

Tim Towa - Towa News
Rabu, 03 Juni 2026 11:18 WIB
Indonesia Surplus Dagang 72 Bulan Beruntun, Ekspor Tembus US$ 92,15 Miliar
Ilustrasi Eksport

Towa News, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali membukukan surplus, menggenapi rentetan positif selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 hingga April 2026.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan hal ini dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6/2026). Secara kumulatif, neraca perdagangan periode Januari–April 2026 mencatatkan surplus sebesar US$ 5,64 miliar.

"Dengan capaian ini maka neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus 72 bulan berturut-turut," kata Pudji Ismartini, Selasa (2/6/2026).

Surplus kumulatif Januari–April 2026 ditopang sepenuhnya oleh sektor nonmigas yang membukukan nilai positif sebesar US$ 14,16 miliar. Sebaliknya, sektor migas masih berada di zona merah dengan defisit US$ 8,52 miliar.

Lima komoditas utama penyumbang surplus nonmigas pada periode tersebut adalah lemak dan minyak hewan/nabati (US$ 11,71 miliar), bahan bakar mineral (US$ 8,34 miliar), besi dan baja (US$ 5,71 miliar), nikel dan produk turunannya (US$ 4,26 miliar), serta alas kaki (US$ 2,14 miliar).

Nilai ekspor nasional selama Januari–April 2026 mencapai US$ 92,15 miliar, tumbuh 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh sektor industri pengolahan yang naik 9,78 persen menjadi US$ 75,57 miliar.

Dari sisi tujuan ekspor, China menempati posisi teratas dengan nilai US$ 22,76 miliar atau berkontribusi 25,93 persen terhadap total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan nilai ekspor US$ 10,17 miliar, disusul India sebesar US$ 6,14 miliar.

Ekspor nonmigas ke China didominasi komoditas besi dan baja, nikel dan produk turunannya, serta bahan bakar mineral. Adapun ekspor ke Amerika Serikat banyak ditopang oleh mesin dan perlengkapan elektrik, alas kaki, serta pakaian beserta aksesorinya.

Di sisi impor, nilai pembelian dari luar negeri pada Januari–April 2026 tercatat sebesar US$ 86,51 miliar, meningkat 13,40 persen secara tahunan. Impor nonmigas naik 12,70 persen menjadi US$ 73,58 miliar, sementara impor migas tumbuh lebih tinggi yakni 17,58 persen menjadi US$ 12,93 miliar.

Berdasarkan peruntukannya, impor bahan baku dan barang penolong masih mendominasi dengan nilai US$ 61,82 miliar atau tumbuh 11,67 persen. Impor barang modal tercatat US$ 17,11 miliar atau naik 19,02 persen, sedangkan impor barang konsumsi sebesar US$ 7,58 miliar.

Sumber: ANTARA

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi