MEMUAT BERITA...

Jumlah Orang Superkaya Indonesia Diproyeksi Melonjak 81,7 Persen hingga 2031, Tertinggi di Dunia

Tim Towa - Towa News
Rabu, 07 Oktober 2026 11:43 WIB
Jumlah Orang Superkaya Indonesia Diproyeksi Melonjak 81,7 Persen hingga 2031, Tertinggi di Dunia
(dok.istimewa)

Towa News, Jakarta - Indonesia diproyeksikan mencatat pertumbuhan jumlah orang superkaya tercepat di dunia dalam lima tahun mendatang. Proyeksi tersebut berasal dari lembaga konsultan properti global Knight Frank.

Dilansir dari Visual Capitalist, populasi individu dengan kekayaan bersih minimal 30 juta dollar AS (sekitar Rp 537 miliar dengan kurs Rp 17.900 per dollar AS) atau ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) di Indonesia diperkirakan naik 81,7 persen sepanjang 2026–2031. Angka itu merupakan yang tertinggi dibandingkan seluruh negara dalam daftar.

Arab Saudi menempati posisi kedua dengan proyeksi pertumbuhan 63,2 persen. Berikutnya Polandia (62,6 persen), Vietnam (59 persen), Australia (58,5 persen), Swedia (55,3 persen), Amerika Serikat (54,1 persen), Rumania (49,5 persen), Filipina (48,9 persen), dan Singapura (46,4 persen).

Proyeksi ini hanya mencakup negara yang pada 2026 memiliki lebih dari 500 individu dengan kekayaan bersih minimal 30 juta dollar AS.

Salah satu faktor yang disebut mendukung pertumbuhan tersebut adalah besarnya pasar domestik. Dengan penduduk lebih dari 280 juta jiwa, Indonesia memiliki salah satu pasar konsumen terbesar di dunia sehingga membuka ruang ekspansi bagi berbagai sektor usaha.

Kekayaan baru juga dapat muncul dari sektor-sektor yang berkembang, mulai dari komoditas hingga keuangan digital. Seiring pertumbuhan perusahaan dan kenaikan nilai kepemilikan saham, kekayaan para pengusaha dan investor ikut terdongkrak.

Tingginya persentase pertumbuhan Indonesia juga perlu dilihat dari titik awalnya. Indonesia, Arab Saudi, dan Polandia memulai dari jumlah orang superkaya yang relatif lebih sedikit dibandingkan negara-negara yang selama ini menjadi pusat kekayaan dunia. Dengan basis yang lebih rendah, penambahan dalam jumlah tertentu dapat menghasilkan persentase pertumbuhan yang jauh lebih besar.

Fenomena serupa tidak hanya terjadi di Indonesia. Empat dari 10 negara dengan pertumbuhan tercepat berasal dari Asia Tenggara, yakni Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Singapura.

Jika Thailand turut dihitung, jumlah UHNWI di lima negara tersebut diproyeksikan naik dari lebih dari 14.000 orang pada 2026 menjadi lebih dari 22.000 orang pada 2031. Artinya, ada lebih dari 8.000 orang baru yang masuk kelompok superkaya dalam lima tahun, atau rata-rata lebih dari empat orang per hari.

Tren ini menunjukkan pusat kekayaan dunia tidak lagi terkonsentrasi di Amerika Serikat dan Eropa. Bagi Indonesia, perkembangan tersebut menandakan besarnya potensi pasar manajemen kekayaan, investasi, perbankan privat, hingga bisnis yang menyasar kalangan berkekayaan tinggi.

Seiring bertambahnya orang dengan kekayaan lintas negara, kebutuhan untuk mengelola, menginvestasikan, dan membelanjakan kekayaan di berbagai negara juga diperkirakan meningkat.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi