Dipublish oleh Tim Towa | 31 Maret 2026, 11:47 WIB
Towa News, Tokyo - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026), menghasilkan sejumlah komitmen strategis di sektor energi, meliputi percepatan pengembangan Blok Masela dan penguatan investasi transisi energi baru terbarukan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, total nilai investasi proyek Blok Masela mencapai sekitar 20,9 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp300 triliun. Angka tersebut mencakup nilai dasar pengembangan proyek (DPOD) sebesar 20 miliar dolar AS ditambah sekitar 1 miliar dolar AS untuk teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS).
"Total project-nya 20,9 miliar dolar AS karena ditambah CCS 1 miliar, DPOD-nya itu 20 miliar. Dengan perkembangan geopolitik yang seperti ini, kemungkinan besar akan bertambah," ujar Bahlil usai mendampingi Presiden Prabowo dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Senin (30/3/2026).
Bahlil menyebut, pengembangan Blok Masela yang melibatkan perusahaan migas asal Jepang, INPEX, telah melalui proses panjang selama puluhan tahun dan kini memasuki babak kepastian. Presiden Prabowo, kata Bahlil, secara khusus menginstruksikan percepatan implementasi proyek tersebut sejak 2025.
Keberhasilan proyek ini, menurut Bahlil, akan berdampak signifikan terhadap ketahanan energi nasional. "Kalau ini mampu kita lakukan, maka ketahanan energi kita di sektor migas akan semakin kuat dan sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain gas di dunia," tegasnya.
Di luar Blok Masela, kunjungan ke Tokyo juga mempertegas komitmen Indonesia dalam mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan. Bahlil menyatakan, ketidakpastian geopolitik global mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan seluruh potensi energi domestik, mulai dari panas bumi, tenaga air, surya, hingga angin.
"Geopolitik ini kita gak pernah tahu kapan selesai. Jadi mau geotermal, mau air, mau matahari, mau angin, selama ada teknologi dan harganya efisien, kita akan dorong," kata Bahlil.
Bahlil turut mengapresiasi koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang dinilai menjadi kunci keberhasilan agenda kunjungan. Ia secara khusus menyebut peran Sekretaris Kabinet dalam mengoordinasikan seluruh agenda di Tokyo.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menarik investasi berkualitas dan memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Jepang di bidang energi dan industri hilir.
Sumber: BPMI Setpres
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Fraksi Gerindra...
Towa News | 31 Maret 2026, 19.27 WIB
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian di...
Towa News | 31 Maret 2026, 18.01 WIB
Indonesia Desak PBB Gelar Sidang Darurat Dewan Keamanan...
Towa News | 31 Maret 2026, 11.42 WIB
Indonesia Kecam Keras Insiden Penembakan yang Tewaskan Satu...
Towa News | 30 Maret 2026, 15.44 WIB
Di Balik Jamuan Santap Siang Kenegaraan: Keakraban Prabowo,...
Towa News | 30 Maret 2026, 15.36 WIB