Pemerintah Optimistis Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen, Dorong Konsumsi Akhir Tahun

Dipublish oleh Tim Towa | 16 Desember 2025, 10:36 WIB

Bagikan:
X
Pemerintah Optimistis Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen, Dorong Konsumsi Akhir Tahun
(dok. Sekertariat Presiden)

Towa News, Jakarta - Pemerintah menyatakan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 yang ditargetkan mencapai 5,2 persen. Kondisi indikator makroekonomi hingga akhir tahun dinilai berada dalam posisi solid dan stabil.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan hal tersebut dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). Ia melaporkan berbagai indikator ekonomi menunjukkan tren positif, termasuk indeks harga saham gabungan yang mencatat rekor tertinggi sepanjang masa.

"Situasi indikator makro sampai akhir tahun ini masih baik, Pak Presiden. Termasuk terkait dengan indeks harga saham pun all time high dan dari Januari naik 20 persen, Pak Presiden. Dan ini salah satu tertinggi di Asia," kata Airlangga, Senin (15/12).

Menko Airlangga menjelaskan, neraca perdagangan dan transaksi berjalan masih mencatat surplus dengan cadangan devisa yang tetap tinggi. Pertumbuhan kredit perbankan juga mencapai 7,36 persen, sementara uang primer yang dikeluarkan Kementerian Keuangan tumbuh 13,3 persen mencapai Rp2.136 triliun.

"Yang positif pertumbuhan kredit tetap positif 7,36 persen. Dan uang premier yang kemarin digelontorin Pak Menkeu ini juga tinggi, Pak. Tumbuh 13,3 persen, Rp2.136 triliun. Jadi efeknya tahun depan akan positif, Pak Presiden," ungkapnya.

Berdasarkan capaian tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi kuartal keempat 2025 berada di atas 5,4 persen. Untuk menjaga momentum, pemerintah mendorong konsumsi masyarakat melalui program belanja Natal dan Tahun Baru, baik secara daring maupun di ritel nasional.

Sektor pariwisata juga terus dipacu melalui penyelenggaraan 37 agenda nasional sepanjang Desember 2025. Pemerintah bahkan mengusulkan kebijakan fleksibilitas kerja untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.

"Kami usulkan untuk work from anywhere and everywhere," ujar Menko Airlangga seperti dikutip dari BPMI Setpres.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Airlangga juga menyampaikan upaya penguatan kesejahteraan ekonomi keluarga melalui transformasi Dewan Nasional Keuangan Inklusif menjadi Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan. Capaian inklusi keuangan nasional tercatat mencapai 92,7 persen dengan literasi keuangan 66,4 persen.

"Inklusi keuangan kita capaiannya sudah baik, 92,7 persen. Literasi keuangannya 66,4 persen. Dibandingkan negara OECD rata-rata, Pak Presiden, itu 62 persen," pungkas Airlangga.

Dengan berbagai upaya stimulus dan kondisi makroekonomi yang stabil, pemerintah yakin target pertumbuhan ekonomi 2025 dapat tercapai sekaligus menjadi fondasi kuat untuk akselerasi ekonomi di tahun mendatang.

Sumber: BPMI Setpres

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video