Proyek PSEL Pertama di RI Resmi Digarap di Denpasar, Bakal Aliri 100 Ribu Rumah

Tim Towa - Towa News
Rabu, 08 Juli 2026 13:11 WIB
Proyek PSEL Pertama di RI Resmi Digarap di Denpasar, Bakal Aliri 100 Ribu Rumah
ilustrasi sam

Towa News, Jakarta - Pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya resmi dimulai pada Rabu (8/7/2026). Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp 3 triliun ini menjadi fasilitas pengolahan sampah menjadi listrik pertama yang dibangun di Indonesia.

Dimulainya pembangunan ditandai dengan penandatanganan sponsor agreement sekaligus Power Purchase Agreement (PPA) antara PT PLN (Persero) dan Badan Usaha Pembangunan PSEL (BUPP).

Chief Executive Officer PT Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir menyebut penandatanganan ini sebagai tonggak penting bagi upaya pengelolaan sampah terintegrasi di Tanah Air, yang untuk tahap awal difokuskan di wilayah Denpasar.

"Pada hari ini Rabu, 8 Juli 2026, PSEL Denpasar Raya telah memasuki fase penting melalui agenda penandatanganan Power Purchase Agreement dan peresmian pembangunan PSEL. Hal ini menandai kesiapan untuk mendorong realisasi solusi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia yang dimulai di Denpasar Raya. Pak Gubernur, ini yang pertama Pak Gubernur, kita mulai di Denpasar dulu, Pak Gubernur," ujar Pandu Sjahrir, Rabu (8/7).

Menurut Pandu, fasilitas tersebut dirancang mengacu pada standar lingkungan Europe Industrial Emissions Directive (EU IED) dan diproyeksikan mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun, atau setara lebih dari 40 persen total timbunan sampah di Bali.

Dari sisi lingkungan, proyek ini ditargetkan dapat menekan emisi dari tempat pembuangan akhir hingga 80 persen serta memangkas emisi karbon sekitar 640 ribu ton CO2 per tahun.

Sementara dari sisi kelistrikan, energi hijau yang dihasilkan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan listrik sekitar 100 ribu rumah tangga di Bali.

"Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan sekitar 100.000 rumah masyarakat Bali," katanya.

Selain aspek energi dan lingkungan, proyek ini juga digadang-gadang mampu mendongkrak sektor ketenagakerjaan lokal. Pandu memperkirakan pembangunan PSEL Denpasar Raya akan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau, sekaligus mengurangi kebutuhan lahan tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 80 persen.

"Dan inisiatif ini bernilai Rp 3 triliun, diperkirakan menciptakan 1.200 tenaga kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80%," pungkas Pandu.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi