Towa News, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Jerman memperluas cakupan kerja sama bilateral ke sejumlah sektor strategis, mulai dari transisi energi, hilirisasi industri, kendaraan listrik, pengembangan semikonduktor, hingga rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang. Hal ini disampaikan dalam Pernyataan Pers Bersama Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Senin (15/6).
Presiden Prabowo secara khusus mengundang investor Jerman untuk masuk ke sektor-sektor prioritas tersebut, termasuk pengembangan infrastruktur nasional. Kerja sama ini juga diperkuat melalui program CITA (Competitiveness, Industrial Modernization, and Trade Acceleration Program).
Di bidang ketenagakerjaan, kedua negara menandatangani Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan. Indonesia juga menyatakan keinginannya memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman, termasuk di sektor teknologi tingkat tinggi.
Dari sisi Jerman, Presiden Steinmeier menegaskan keyakinannya akan besarnya potensi kolaborasi antara perusahaan-perusahaan Jerman seperti Siemens dan Daimler dengan mitra industri Indonesia, khususnya dalam pengembangan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!