Towa News, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Singapura tengah menjajaki pengembangan daerah latihan militer bersama di tiga lokasi, yaitu Baturaja (Sumatera Selatan), Air Weapons Range Siabu (Riau), dan satu lokasi di Kalimantan Barat. Rencana ini mengemuka dalam pertemuan Leaders' Retreat antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026) .
Penjajakan pengembangan fasilitas latihan tersebut dilakukan di bawah payung Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (Defence Cooperation Agreement/DCA) antara TNI dan Angkatan Bersenjata Singapura (Singapore Armed Forces/SAF). PM Wong menyampaikan hal ini dalam pernyataan bersama seusai pertemuan.
Menurut PM Wong, inisiatif tersebut berpotensi membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua angkatan bersenjata, khususnya dalam hal latihan gabungan, sekaligus memperkuat hubungan pertahanan kedua negara. Ia menekankan bahwa kedekatan hubungan antara TNI dan SAF merupakan aspek yang krusial bagi Singapura maupun Indonesia, dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi Presiden Prabowo dalam memperkuat kerja sama itu sejak masa jabatannya sebagai menteri pertahanan.
Selain penjajakan daerah latihan baru, pertemuan tingkat tinggi tersebut juga menghasilkan penandatanganan dokumen pembaruan bersama (joint update) atas perjanjian kerja sama pertahanan kedua negara. Dokumen tersebut diperlihatkan kepada Presiden Prabowo dan PM Wong oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing.
Kerja sama pertahanan RI-Singapura selama ini telah berjalan melalui berbagai program latihan. Prajurit SAF secara rutin berpartisipasi dalam latihan multinasional maupun bilateral di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Baturaja. Di ranah maritim, TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Singapura juga rutin menggelar latihan bersama di perairan perbatasan Selat Malaka.
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!