Towa News, Nias Utara - Nasya Losefa Zega, siswi kelas III berusia sembilan tahun dari SD Negeri 077279 Siofabanua, Kabupaten Nias Utara, Sumatra Utara, menulis surat tangan bertajuk "Surat Cinta untuk Pak Presiden" yang diserahkan langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat kunjungan kerja di Nias Utara, Kamis (19/6).
Dalam suratnya, Nasya mengungkapkan rasa syukur atas renovasi bangunan sekolah dan hadirnya papan interaktif digital (PID) yang membuat proses belajar semakin menyenangkan.
"Terima kasih, Bapak Presiden. Sekolah kami sekarang sudah direnovasi dan kami belajar menggunakan Papan Interaktif Digital. Saya senang sekali bisa belajar bersama teman-teman," tulis Nasya dalam suratnya, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Sabtu (21/6).
Nasya juga mengungkapkan manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini rutin hadir di sekolahnya. Ia menyebut uang saku yang sebelumnya dipakai untuk membeli makan siang kini bisa ia sisihkan untuk kebutuhan perlengkapan sekolah.
"Setiap hari kami menikmati makanan yang enak. Uang jajan yang biasanya saya gunakan untuk membeli makan siang sekarang bisa saya tabung untuk membeli perlengkapan sekolah," ungkap Nasya dalam suratnya, seperti tercantum dalam siaran pers Bakom RI.
Saat menerima surat tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu'ti sempat bertanya langsung kepada Nasya apakah ia menulis surat itu sendiri. Nasya menjawab dengan mantap bahwa ia menulisnya sendiri, yang langsung mendapat apresiasi dari sang menteri.
"Bagus sekali. Nanti surat ini akan saya sampaikan langsung kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto," ujar Abdul Mu'ti, seperti dikutip dari keterangan resmi Bakom RI, Sabtu (21/6).
Dalam surat yang sama, Nasya juga menyampaikan permohonan maaf dengan nada rendah hati, menulis bahwa ia tidak bermaksud merepotkan presiden dengan suratnya. Ia menutup surat dengan janji untuk terus tekun belajar, menghormati guru, dan menyayangi teman-temannya. Nasya pun mengungkapkan cita-citanya menjadi seorang guru agar kelak dapat mendidik anak-anak di desanya.
Kisah Nasya mencerminkan dampak nyata sejumlah program pemerintah di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), mulai dari pembangunan infrastruktur sekolah, pengadaan teknologi pembelajaran, hingga program pemenuhan gizi harian bagi siswa.
Sumber: Siaran Pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!