Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah telah menutup 290 BUMN yang dinilai tidak menguntungkan, berkinerja buruk, atau mengalami kerugian. Langkah tersebut diklaim menghemat anggaran hingga Rp50 triliun.
Pernyataan itu disampaikan saat penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). Prabowo juga mengatakan pemerintah menargetkan penutupan sedikitnya 700 BUMN lainnya hingga akhir 2026 sebagai bagian dari efisiensi.