Bandara Dubai Tutup Total Akibat Serangan Rudal Iran, Lebih dari 700 Penerbangan dibatalkan

Dipublish oleh Tim Towa | 01 Maret 2026, 10:30 WIB

Bagikan:
X
Bandara Dubai Tutup Total Akibat Serangan Rudal Iran, Lebih dari 700 Penerbangan dibatalkan
Ilustarasi bandara dubai ( dok.pinteres)

Towa NewsJakarta - Bandara Internasional Dubai (DXB) dan Bandara Internasional Al Maktoum (DWC) menghentikan seluruh operasi penerbangan hingga waktu yang belum ditentukan menyusul serangan rudal dan drone Iran ke sejumlah wilayah di kawasan Teluk, Sabtu (28/2/2026). Penutupan ini menjadikan bandara tersibuk di dunia itu lumpuh total, dengan lebih dari 700 penerbangan masuk dan keluar terpaksa dibatalkan.

Kerusakan dan Korban

Otoritas Bandara Dubai mengonfirmasi bahwa satu concourse di Dubai International mengalami kerusakan ringan akibat insiden yang berhasil dikendalikan dengan cepat. Empat karyawan bandara dilaporkan mengalami luka-luka. Sementara itu, di Abu Dhabi, seorang warga negara Pakistan tewas dan tujuh lainnya terluka akibat serangan drone di Bandara Internasional Zayed.

Di luar kawasan bandara, puing-puing rudal dan drone yang ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara UEA menyebabkan kebakaran di sejumlah lokasi ikonik, termasuk Hotel Burj Al Arab, Pelabuhan Jebel Ali, dan sejumlah gedung di kawasan Palm Jumeirah. Empat orang dilaporkan terluka dalam insiden di Palm Jumeirah.

Pernyataan Resmi Bandara

Dalam keterangan resminya, manajemen Bandara Dubai meminta seluruh calon penumpang untuk tidak menuju bandara dan segera menghubungi maskapai masing-masing.

"Semua operasi penerbangan di Dubai International (DXB) dan Dubai World Central – Al Maktoum International (DWC) dihentikan sementara hingga pemberitahuan lebih lanjut," demikian bunyi pernyataan resmi Dubai Airports.

Konteks Eskalasi Regional

Penutupan bandara ini merupakan imbas langsung dari eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran pada Sabtu dini hari, yang diklaim sebagai serangan pre-emptif terkait program nuklir Teheran. Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal balistik dan drone ke arah pangkalan militer AS di kawasan Teluk serta ke wilayah Israel.

Ruang udara Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman turut ditutup sebagai dampak dari serangan tersebut. Qatar Airways menangguhkan seluruh penerbangan dari dan menuju Doha, sementara Etihad Airways menangguhkan penerbangan dari Abu Dhabi hingga pukul 14.00 waktu setempat pada Minggu (1/3/2026).

Dampak Penerbangan Global

Lebih dari 1.800 penerbangan dibatalkan oleh maskapai-maskapai besar Timur Tengah. Tiga maskapai utama — Emirates, Qatar Airways, dan Etihad — biasanya melayani sekitar 90.000 penumpang per hari yang transit melalui hub-hub tersebut.

Setidaknya 145 pesawat yang sedang dalam perjalanan ke kota-kota seperti Tel Aviv dan Dubai terpaksa dialihkan ke bandara-bandara di Athena, Istanbul, atau Roma, sementara pesawat lainnya kembali ke bandara asal.

Regulator keselamatan penerbangan Eropa, EASA, menerbitkan Buletin Informasi Zona Konflik untuk kawasan Timur Tengah dan Teluk, dengan peringatan bahwa terdapat "risiko tinggi bagi penerbangan sipil" di wilayah udara terdampak.

Sikap UEA

Kementerian Luar Negeri UEA mengecam keras serangan Iran, menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional. UEA menegaskan hak penuhnya untuk merespons demi menjaga kedaulatan dan keamanan nasional, serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video