Dipublish oleh Tim Towa | 08 Mei 2026, 15:17 WIB
Towa News, Cebu - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi kini bukan lagi persoalan jangka panjang, melainkan kebutuhan yang harus segera ditangani. Pernyataan itu disampaikan saat Prabowo menghadiri KTT Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) dalam rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026).
Prabowo menyoroti tekanan geopolitik global, khususnya ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah, sebagai faktor yang memperparah urgensi persoalan energi bagi seluruh negara anggota ASEAN.
"Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kita hadapi saat ini. Dengan meningkatnya tekanan global dan ketidakstabilan di Timur Tengah, ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak." Kata Prabowo Subianto dalam pidatonya di KTT BIMP-EAGA, Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026).
Dalam forum itu, Prabowo mengingatkan bahwa kawasan BIMP-EAGA menyimpan potensi energi terbarukan yang sangat besar, mencakup tenaga air, surya, angin, hingga ketersediaan lahan subur yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ia pun mempertanyakan kesiapan masing-masing negara untuk mengoptimalkan potensi tersebut demi kepentingan kawasan sekaligus mendukung transisi energi ASEAN secara keseluruhan.
"Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut — bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN." kata Prabowo Subianto.
Sejumlah langkah konkret turut diusulkan Prabowo, antara lain pengembangan pembangkit tenaga air di Borneo, perluasan proyek energi surya di Palawan, serta pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir. Sebagai gambaran komitmen Indonesia, Prabowo mengungkapkan bahwa negaranya sedang menjalankan program pembangunan kapasitas tenaga surya sebesar 100 gigawatt.
"Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah bangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP-EAGA memiliki potensi yang besar." kata Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di KTT BIMP-EAGA.
Selain pengembangan sumber energi baru terbarukan, Prabowo juga mendorong penguatan konektivitas subkawasan melalui peningkatan kapasitas Trans Borneo Power Grid agar distribusi energi antarnegara dapat berjalan lebih efisien. Menurutnya, seluruh agenda tersebut mustahil terwujud tanpa dukungan pembiayaan yang memadai, keahlian teknis, dan kemitraan yang lebih erat dengan para mitra pembangunan regional."Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan yang tepat. Kita perlu mengamankan pendanaan, memobilisasi keahlian teknis; dan memperdalam kemitraan dengan penasihat regional dan Mitra Pembangunan kita." kata Presiden Prabowo Subianto.
Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa isu ketahanan pangan memiliki kepentingan yang setara dengan ketahanan energi dan harus menjadi prioritas bersama negara-negara BIMP-EAGA.
"Upaya kita hendaknya jangan berhenti pada ketahanan energi. Ketahanan pangan sama fundamentalnya." katanya.
KTT ke-48 ASEAN digelar di Cebu, Filipina, dan menjadi forum regional strategis untuk membahas berbagai isu kawasan, termasuk kerja sama energi, ketahanan pangan, serta stabilitas geopolitik di tengah dinamika global yang terus berubah.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Prabowo Serukan ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan di KTT...
Towa News | 08 Mei 2026, 15.49 WIB
Prabowo Serukan Kerja Sama Adaptif di KTT BIMP-EAGA,...
Towa News | 08 Mei 2026, 15.20 WIB
Rusia Pastikan Pasokan Minyak ke Indonesia Meski Kena...
Towa News | 06 Mei 2026, 18.46 WIB
Empat Prajurit Indonesia Gugur di Lebanon, Pemerintah Desak...
Towa News | 26 April 2026, 22.53 WIB
Iran Tolak Hadiri Putaran Kedua Perundingan dengan AS,...
Towa News | 20 April 2026, 16.04 WIB