Rusia Pastikan Pasokan Minyak ke Indonesia Meski Kena Sanksi Uni Eropa

Dipublish oleh Tim Towa | 06 Mei 2026, 18:46 WIB

Bagikan:
X
Rusia Pastikan Pasokan Minyak ke Indonesia Meski Kena Sanksi Uni Eropa
(dok.freepik)

 

Towa News, Jakarta -  Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menegaskan negaranya tetap berkomitmen menjadi pemasok energi andal bagi Indonesia. Pernyataan itu disampaikan menyusul penerapan paket sanksi baru oleh Uni Eropa (UE) yang menyasar sektor energi Rusia secara luas.

Tolchenov menyampaikan hal tersebut seusai acara pemutaran film Russia's History in Space di Planetarium Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin malam (4/5/2026), saat ditanya wartawan soal kelanjutan ekspor minyak Rusia ke Indonesia di tengah tekanan sanksi internasional.

"Kami siap memasok minyak dan gas kepada teman-teman kami, dan Indonesia adalah salah satu teman dan mitra strategis kami. Jadi, kami mengikuti perjanjian-perjanjian ini."kata Dubes Rusia Sergei Tolchenov, seperti dikutip ANTARA, Selasa (5/5/2026)

Tolchenov juga menyinggung sejumlah kesepakatan yang telah dicapai saat kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Moskow beberapa waktu lalu. Menurutnya, kedua pihak kini berada pada tahap penjajakan mekanisme pelaksanaan di lapangan.

"Sekarang kita hanya perlu melihat bagaimana cara mengimplementasikan kesepakatan-kesepakatan tersebut." kata Dubes Rusia Sergei Tolchenov, Senin (4/5/2026)

Sanksi UE Dinilai Tidak Sah

Merespons sanksi baru yang diumumkan Uni Eropa pada 23 April 2026, Tolchenov menyatakan Rusia tidak memandangnya sebagai hambatan berarti. Ia berargumen bahwa sanksi tersebut tidak memiliki dasar hukum internasional yang sah karena tidak dikeluarkan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), satu-satunya lembaga yang dinilai berwenang menjatuhkan sanksi terhadap negara berdaulat.

Paket sanksi UE terbaru itu mencakup 36 entitas baru di sektor energi Rusia, meliputi kegiatan eksplorasi, ekstraksi, penyulingan, hingga distribusi minyak. Dua pelabuhan Rusia — di Murmansk dan Tuapse — serta Terminal Minyak Karimun di Indonesia turut masuk dalam daftar karena diduga terkait dengan upaya penghindaran sanksi.

Indonesia Prioritaskan Ketahanan Energi Nasional

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa kerja sama energi dengan Rusia merupakan bagian dari kebijakan diversifikasi sumber pasokan demi menjaga ketahanan energi nasional, bukan sikap politik memihak salah satu blok.

"Di tengah kondisi geopolitik yang sangat dinamis saat ini, kita perlu mengamankan ketahanan energi sebagai kepentingan nasional yang sangat mendesak dan kita bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk Amerika Serikat dan Rusia."unjar Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela, Senin (4/5/2026)

Senada dengan itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan kedatangan minyak mentah asal Rusia ke Indonesia merupakan realisasi bertahap dari komitmen impor sebesar 150 juta barel yang ditargetkan tuntas pada akhir 2026. Langkah ini disebut sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan bahan bakar dalam negeri di tengah fluktuasi harga minyak global.
sumber: Antara, Kompas TV

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video