Dipublish oleh Tim Towa | 15 April 2026, 15:34 WIB
Towa News, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyinggung Paus Leo XIV, pemimpin Gereja Katolik Roma, seraya menegaskan bahwa Iran tidak boleh dalam kondisi apa pun memiliki senjata nuklir.
Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump mempertanyakan apakah Paus Leo XIV mengetahui situasi nyata di Iran. Ia menyebut rezim Teheran telah menewaskan puluhan ribu warga sipil dalam waktu singkat.
"Bisakah seseorang memberi tahu Paus Leo bahwa Iran telah membunuh setidaknya 42.000 demonstran tak bersenjata yang tidak bersalah dalam dua bulan terakhir, dan bahwa memiliki bom nuklir bagi Iran sama sekali tidak dapat diterima," kata Donald Trump, seperti dikutip dari Al Arabiya dan Reuters, Rabu (15/4/2026)
Pernyataan Trump tersebut bukan yang pertama pekan ini. Ketegangan keduanya bermula setelah Paus Leo XIV menyerukan perdamaian di Timur Tengah — kawasan yang tengah dilanda konflik buntut serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Paus yang memimpin lebih dari 1,4 miliar umat Katolik itu pun langsung mendapat respons keras dari Trump.
Dalam pernyataan terbarunya, Trump mempertegas sikapnya dengan menyebut Paus Leo XIV bersikap keliru dan terlalu menentang kebijakan Amerika terhadap Iran.
"Paus Leo mengatakan hal-hal yang salah. Dia sangat menentang apa yang saya lakukan terkait Iran, dan Anda tidak bisa memiliki Iran yang punya senjata nuklir," Donald Trump, dalam laporan detikNews, Rabu (15/4/2026)
Paus Leo XIV memberikan respons langsung saat diwawancarai awak media di dalam pesawat kepausan, sesaat sebelum mendarat di Aljazair. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan seorang politisi dan tidak bermaksud terlibat dalam perdebatan politik dengan siapa pun.
"Kami bukan politisi, kami tidak berupaya membuat kebijakan luar negeri seperti yang dia sebutkan dengan perspektif yang sama seperti yang mungkin dia pahami," Kata Paus Leo XIV, seperti dikutip dari Reuters
Paus Leo XIV kemudian menegaskan bahwa Gereja memiliki kewajiban moral untuk menyuarakan perdamaian dan rekonsiliasi, berlandaskan ajaran Injil.
"Yang saya katakan adalah bahwa misi Gereja sangat jelas. Injil mengatakan... berbahagialah orang-orang yang menciptakan perdamaian. Saya percaya bahwa Gereja memiliki kewajiban moral untuk berbicara dengan sangat jelas menentang perang dan mendukung perdamaian dan rekonsiliasi," unjar Paus Leo XIV
Menutup pernyataannya, Paus Leo XIV menyatakan tidak gentar menghadapi tekanan dari pemerintahan Trump maupun dalam menyampaikan pesan moral Gereja.
"Saya tidak takut, baik terhadap pemerintahan Trump, maupun untuk berbicara lantang tentang pesan Injil," kata Paus Leo XIV
Sumber: detikNews / Al Arabiya / Reuters
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Malaysia Waspadai Potensi Kelangkaan BBM pada Juni–Juli 2026...
Towa News | 13 April 2026, 15.50 WIB
Presiden Prancis Macron Serukan "Jalan Ketiga": Koalisi...
Towa News | 04 April 2026, 16.59 WIB
Pakistan Gratiskan Transportasi Umum 30 Hari Usai Harga...
Towa News | 04 April 2026, 14.58 WIB
Putin Nyatakan Kesiapan Rusia Bantu Stabilkan Kawasan Timur...
Towa News | 03 April 2026, 14.03 WIB
Indonesia Kecam Keras Pengesahan UU Hukuman Mati bagi...
Towa News | 01 April 2026, 14.58 WIB