Pakistan Gratiskan Transportasi Umum 30 Hari Usai Harga BBM Melonjak hingga 54 Persen

Dipublish oleh Tim Towa | 04 April 2026, 14:58 WIB

Bagikan:
X
Pakistan Gratiskan Transportasi Umum 30 Hari Usai Harga BBM Melonjak hingga 54 Persen
(dok..aa.com)

Towa News, Islamabad - Pemerintah Pakistan memberlakukan kebijakan transportasi umum gratis di ibu kota Islamabad selama 30 hari, menyusul gelombang protes warga akibat lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu oleh konflik bersenjata di Timur Tengah.

Kebijakan itu diumumkan oleh Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, melalui platform media sosial X. "Semua transportasi umum di Islamabad akan digratiskan untuk masyarakat umum selama 30 hari ke depan, mulai besok," tulisnya seperti dikutip dari Antara, Jumat (3/4/2026). Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar 350 juta rupee Pakistan untuk mendanai program tersebut.

Kebijakan serupa turut diberlakukan di Punjab, provinsi terpadat di Pakistan. Menteri Utama Punjab, Maryam Nawaz Sharif, menghapus tarif perjalanan untuk armada transportasi umum milik negara dan mengumumkan subsidi yang ditargetkan bagi truk dan bus. Di Karachi, pemerintah Provinsi Sindh juga mengumumkan subsidi untuk pengendara sepeda motor dan petani kecil.

Harga Bensin Naik 42,7 Persen, PM Mundur dari Keputusan Awal

Sebelum kebijakan penggratisan transportasi ini diumumkan, Pakistan terlebih dahulu menaikkan harga BBM secara signifikan. Berdasarkan laporan CNN Indonesia, harga bensin naik 42,7 persen menjadi 458,40 rupee per liter, sementara harga solar melonjak 54,9 persen menjadi 520,35 rupee per liter. Kenaikan ini merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu kurang dari sebulan.

Menteri Perminyakan Pakistan, Ali Pervaiz Malik, menyatakan bahwa kenaikan tersebut tidak bisa dihindari. "Kenaikan harga ini tidak terelakkan karena harga di pasar internasional tidak terkendali setelah perang AS-Iran," ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan televisi pemerintah, Jumat (3/4/2026).

Namun kebijakan itu langsung memicu aksi protes di jalanan dan antrean panjang sepeda motor di sejumlah SPBU. Merespons tekanan publik, Perdana Menteri Shehbaz Sharif akhirnya mencabut keputusan kenaikan bensin sebesar 42,7 persen tersebut dan menetapkan harga baru sebesar 378 rupee per liter.

"Penurunan harga ini akan berlaku setidaknya selama satu bulan," kata Sharif dalam pidato nasional yang disiarkan televisi, seperti dikutip dari detikNews yang melansir kantor berita AFP, Sabtu (4/4/2026). "Saya berjanji tidak akan berhenti sampai kehidupan Anda kembali normal," tambahnya. Adapun harga solar tidak ikut diturunkan dan tetap berada di angka 520 rupee per liter.

Konflik Timur Tengah Guncang Pasokan Energi Global

Lonjakan harga BBM di Pakistan tak lepas dari dampak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang meletus pada 28 Februari 2026. Perang tersebut telah mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah dan nyaris melumpuhkan jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz — yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, sebagian besar menuju Asia.

Harga minyak mentah global melonjak lebih dari 11 persen, sementara minyak Brent naik lebih dari 7 persen setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan meningkatkan serangan terhadap Iran, berdasarkan laporan CNN Indonesia.

Menteri Keuangan Pakistan, Muhammad Aurangzeb, sebelumnya telah mengumumkan subsidi yang ditargetkan bagi kelompok rentan, termasuk petani kecil, pengendara sepeda motor, dan sektor transportasi antarkota. Namun pemerintah mengakui keterbatasan ruang fiskal untuk mempertahankan subsidi secara penuh. Malik menyebutkan, pemerintah telah menggelontorkan subsidi sebesar 129 miliar rupee hanya dalam tiga pekan terakhir.

"Karena sumber daya terbatas dan belum ada tanda-tanda perang ini akan berakhir, tidak ada cara untuk melanjutkan subsidi secara menyeluruh," kata Malik.

Dampak konflik Timur Tengah juga dirasakan negara-negara Asia lainnya. Berdasarkan laporan Beritasatu.com, Nepal mencatat 21 pekerjanya di kawasan tersebut mengalami luka-luka, sementara satu orang tewas akibat serangan drone Iran. Indonesia dan Thailand masing-masing melaporkan tiga warganya masih dinyatakan hilang di perairan sekitar Timur Tengah.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video