Iran Tolak Hadiri Putaran Kedua Perundingan dengan AS, Tuduh Washington Langgar Gencatan Senjata

Dipublish oleh Tim Towa | 20 April 2026, 16:04 WIB

Bagikan:
X
Iran Tolak Hadiri Putaran Kedua Perundingan dengan AS, Tuduh Washington Langgar Gencatan Senjata
Ilustrasi Bendera Iran ( dok. istimewa)

Towa News, Jakarta - Iran menyatakan tidak akan menghadiri putaran kedua perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan digelar di Islamabad, Pakistan. Keputusan itu diumumkan di tengah meningkatnya ketegangan menyusul insiden penyitaan kapal Iran oleh angkatan laut AS di Selat Hormuz.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Minggu (19/4) menegaskan bahwa Teheran saat ini tidak memiliki rencana untuk berpartisipasi dalam sesi lanjutan tersebut. Penolakan itu disebabkan oleh tuntutan Washington yang dinilai berlebihan, ekspektasi yang tidak realistis, perubahan sikap yang berulang, serta blokade laut yang masih diberlakukan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

"Dalam keadaan ini, tidak ada prospek yang jelas untuk negosiasi yang bermanfaat," demikian pernyataan IRNA, sebagaimana dilaporkan AFP.

Ketegangan semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump pada Minggu (19/4) mengumumkan bahwa kapal kargo berbendera Iran, Touska, berhasil disita setelah mencoba menembus blokade angkatan laut AS. Trump menyebut kapal itu berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS akibat rekam jejak aktivitas ilegal sebelumnya.

"Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya," ujar Trump dalam unggahan di media sosial, seperti dikutip AFP, Senin (20/4).

Sementara itu, militer Iran mengecam tindakan penyitaan tersebut sebagai bentuk pembajakan bersenjata dan memperingatkan akan memberikan respons dalam waktu dekat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyebut blokade AS sebagai pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata yang tengah berjalan.

Delegasi AS yang dijadwalkan tiba di Islamabad dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, didampingi utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner. Namun, dengan absennya Iran, misi diplomatik itu terancam menemui jalan buntu bahkan sebelum dimulai.

Ini merupakan babak lanjutan dari satu-satunya sesi negosiasi yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad pada 11 April lalu, yang berakhir tanpa kesimpulan. Iran, AS, dan Israel kini hanya tersisa tiga hari sebelum gencatan senjata selama dua pekan itu resmi berakhir — gencatan yang menghentikan konflik bersenjata yang dipicu serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Situasi kian pelik dengan kembali diberlakukannya pembatasan pelayaran di Selat Hormuz oleh Iran, setelah sempat dibuka singkat pada Jumat (17/4). Jalur air itu merupakan rute bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, dan penutupannya telah memicu gejolak di pasar energi global serta mendorong lonjakan harga minyak.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video