Dipublish oleh Tim Towa | 18 Mei 2026, 15:31 WIB
Towa News, Abu Dhabi - Sejumlah pejabat di lingkaran pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan mendorong Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengambil peran lebih aktif dalam konflik bersenjata melawan Iran. Desakan itu bahkan mencakup anjuran untuk merebut Pulau Lavan, sebuah pulau strategis milik Teheran yang berada di kawasan Teluk.
Informasi tersebut pertama kali dilaporkan media Inggris, The Telegraph, yang mengutip seorang mantan pejabat senior keamanan AS tanpa menyebut identitasnya, sebagaimana dikutip oleh Middle East Monitor, Senin (18/5/2026).
Dorong UEA Gantikan Peran Militer AS
Menurut laporan The Telegraph, di balik desakan itu terdapat kalkulasi strategis Washington agar kehadiran militer di lapangan tidak bertumpu pada tentara AS sendiri.
"Rebut saja! Akan ada pasukan UEA di lapangan, bukan AS," kata mantan pejabat keamanan senior AS tersebut seperti dikutip The Telegraph.
Pulau Lavan disebut bukan sekadar target hipotetis. Berdasarkan laporan Wall Street Journal (WSJ) pada Senin (11/5), kilang minyak Iran di pulau tersebut telah dihantam serangan udara yang diam-diam dilakukan UEA pada awal April lalu, memicu kebakaran besar dan melumpuhkan fasilitas produksi di sana.
Keterlibatan UEA yang Semakin Dalam
Keterlibatan Abu Dhabi dalam konflik ini tergambar dari serangkaian laporan yang muncul dalam beberapa pekan terakhir.
Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, dalam sebuah konferensi di Tel Aviv University pada Selasa (12/5), mengungkapkan bahwa UEA mengizinkan Israel menempatkan baterai sistem pertahanan udara Iron Dome beserta personel operatornya di wilayah Emirat selama perang berlangsung.
Otoritas UEA belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Huckabee tersebut.
Latar Belakang Konflik
Ketegangan di kawasan ini mulai meruncing sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran membalas dengan menghujani Israel dan sejumlah negara Teluk termasuk UEA dengan gelombang serangan rudal dan drone.
Menurut laporan Media Indonesia, UEA dilaporkan telah menghadapi lebih dari 2.800 proyektil sejak konflik pecah, sebuah kondisi yang oleh sejumlah analis disebut sebagai titik balik pertahanan bagi Abu Dhabi.
Iran Tuduh UEA sebagai "Mitra Aktif"
Teheran bereaksi keras. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi secara terbuka menuding UEA telah bertindak sebagai sekutu aktif AS dan Israel dalam perang ini.
Araghchi menyampaikan tuduhan tersebut saat menghadiri KTT BRICS di India, sekaligus menyinggung klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu soal pertemuan tertutup antara dirinya dan Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan di wilayah Emirat.
Pihak Abu Dhabi membantah adanya pertemuan rahasia tersebut.
Pergeseran Geopolitik Kawasan
Konflik ini turut mengubah peta aliansi di Timur Tengah. UEA dilaporkan semakin mempererat hubungan dengan Washington dan Tel Aviv, sementara hubungannya dengan Arab Saudi justru merenggang. Pada awal Mei, UEA memutuskan keluar dari OPEC, langkah yang dinilai mencerminkan keretakan diplomatik dengan Riyadh.
Dr. Burcu Ozcelik, peneliti dari Royal United Services Institute (RUSI), menilai konflik ini mempercepat penyelarasan strategis antara AS, Israel, dan UEA. Namun ia memperingatkan bahwa kerja sama militer yang terlalu terbuka dengan Israel berpotensi merusak citra UEA di hadapan dunia Arab yang lebih luas.
Sumber: detikNews (18/5/2026), Middle East Monitor (18/5/2026), Media Indonesia (16/5/2026), Wall Street Journal (11/5/2026), The Telegraph.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Prabowo Serukan ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan di KTT...
Towa News | 08 Mei 2026, 15.49 WIB
Prabowo Serukan Kerja Sama Adaptif di KTT BIMP-EAGA,...
Towa News | 08 Mei 2026, 15.20 WIB
Prabowo Dorong ASEAN Percepat Jaringan Energi dan Ketahanan...
Towa News | 08 Mei 2026, 15.17 WIB
Rusia Pastikan Pasokan Minyak ke Indonesia Meski Kena...
Towa News | 06 Mei 2026, 18.46 WIB
Empat Prajurit Indonesia Gugur di Lebanon, Pemerintah Desak...
Towa News | 26 April 2026, 22.53 WIB