MEMUAT BERITA...

BRIN Optimistis Kuasai Teknologi Roket Dua Tingkat, Bidik Uji Terbang 2029

Tim Towa - Towa News
Kamis, 20 Agustus 2026 10:34 WIB
BRIN Optimistis Kuasai Teknologi Roket Dua Tingkat, Bidik Uji Terbang 2029
(dok. BRIN)

Towa News, Bogor - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menargetkan uji terbang roket dua tingkat pada 2029, seiring penyusunan peta jalan riset teknologi roket yang kini menyasar sejumlah teknologi kunci, mulai dari motor roket RX 450, sistem separasi, sistem kontrol, hingga telemetri.

Kepala Pusat Riset Teknologi Roket (PRTR) BRIN, Arif Nur Hakim, mengatakan pengembangan tersebut mendapat dukungan dari Program Riset Invitasi Strategis (PRIS), skema pendanaan yang memberi ruang bagi periset untuk menjalankan tahapan riset sesuai target dalam peta jalan.

"Kehadiran PRIS sangat membantu dan membuat teman-teman periset semakin bersemangat dalam menjalankan riset. Dukungan ini turut membuka ruang bagi periset untuk fokus pada pencapaian teknologi kunci. Salah satunya adalah pengembangan motor roket RX 450 yang menjadi bagian penting dalam peta jalan pengembangan roket dua tingkat," kata Arif dalam Town Hall Meeting Peta Jalan Penerbangan dan Keantariksaan, Jumat (14/8).

Arif memaparkan, peta jalan terbaru disusun berdasarkan evaluasi capaian teknologi terkini. Penyesuaian tahapan dilakukan sebagai bagian dari proses pematangan riset agar peta jalan lebih solid, terutama dalam penguasaan teknologi kunci seperti sistem kontrol dan telemetri.

"Peta jalan tersebut disusun berdasarkan asumsi dan tingkat penguasaan teknologi pada saat itu. Setelah dilakukan evaluasi, setiap tahapan perlu dipastikan dapat dikuasai dengan baik, terutama dalam mendukung pencapaian dan perolehan data yang dibutuhkan," jelasnya.

Berdasarkan paparan Arif, tahapan menuju uji terbang 2029 disusun sebagai berikut:

  • 2026 : Merampungkan desain roket dua tingkat secara keseluruhan dan desain sistem separasi, dengan dukungan anggaran PRIS untuk mengembangkan motor roket RX 450 berjangkau 100 km.

  • 2027: Review desain kritis (Critical Design Review/CDR) roket dua tingkat, uji statis motor roket berperforma tinggi, serta uji terbang sistem separasi.

  • 2028: Uji terbang roket tingkat pertama dan tingkat kedua secara terpisah, sebagai persiapan sebelum uji terbang roket dua tingkat secara utuh.

  • 2029: Uji terbang roket dua tingkat secara utuh, yang disebut Arif sebagai tonggak penting kemandirian teknologi roket nasional.

Selain program roket, Arif juga memaparkan perkembangan pembangunan Bandar Antariksa yang diamanatkan undang-undang. Untuk mempercepat realisasinya, BRIN menggandeng dua mitra investor strategis yang saat ini aktif bergerak, masing-masing berfokus pada segmen roket besar dan segmen roket kecil.

Menurut Arif, kolaborasi tersebut kini memasuki tahap konsolidasi kesepakatan antara BRIN dan para mitra. Tahun ini, tim menargetkan penyelesaian desain dasar Bandar Antariksa, yang akan dilanjutkan dengan pemagaran lahan dan pembangunan fasilitas dasar pada tahun berikutnya, seiring proses penyelesaian regulasi dan perjanjian kerja sama dengan negara mitra.

Ia menegaskan, proses konsolidasi lintas negara dalam proyek strategis seperti pembangunan bandar antariksa membutuhkan kehati-hatian dan waktu, dan hal ini juga lazim dilakukan berbagai negara dalam membangun kapabilitas keantariksaan.

Pemaparan tersebut mencerminkan upaya BRIN memperkuat peta jalan riset roket dan pembangunan bandar antariksa, sejalan dengan agenda strategis penguatan pertahanan dan kemandirian teknologi keantariksaan nasional.

Sumber: Rilis Pers Humas BRIN

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi