MEMUAT BERITA...

Siap-Siap Kantong Jebol! Imbas Krisis Komponen, Harga HP dan Gadget Diprediksi Bakal Meroket Dalam Waktu Dekat

Tim Redaksi - Towa News
Rabu, 29 Juli 2026 09:14 WIB
Siap-Siap Kantong Jebol! Imbas Krisis Komponen, Harga HP dan Gadget Diprediksi Bakal Meroket Dalam Waktu Dekat
(dok.istimewa)

Towa News, Jakarta - Kabar kurang sedap datang bagi Anda yang berencana membeli gawai atau smartphone baru dalam waktu dekat. Gelombang kenaikan harga smartphone (HP) dan berbagai perangkat elektronik lainnya diprediksi akan segera terjadi.

Faktor utama yang memicu lonjakan harga ini adalah rencana Qualcomm—salah satu produsen chipset terbesar di dunia—yang bersiap menaikkan harga komponen chip buatannya. Kebijakan harga baru ini telah diinformasikan kepada para mitra produsen dan rencananya akan mulai diberlakukan untuk pengiriman chip per tanggal 1 September mendatang.

Meski pihak Qualcomm belum merilis secara resmi detail besaran kenaikannya, berbagai laporan menyebutkan bahwa produsen elektronik diminta untuk bersiap menghadapi lonjakan harga di angka dua digit. Dengan kata lain, harga sejumlah prosesor Qualcomm diprediksi akan terkerek naik minimal 10 persen.

Imbas Krisis Pasokan Melambungnya harga chip ini tidak lepas dari imbas krisis pasokan komponen, khususnya untuk RAM dan media penyimpanan (memori) yang tengah melanda industri teknologi global. Meningkatnya biaya produksi dan sulitnya mendapatkan komponen dengan harga miring membuat Qualcomm terpaksa mengambil langkah tersebut, meski sebelumnya mereka telah berupaya menekan harga agar tetap stabil.

Bila pembengkakan biaya ini tidak lagi sanggup ditanggung oleh Qualcomm maupun pihak vendor pembuat gawai, maka jalan satu-satunya adalah membebankannya kepada konsumen akhir. Alhasil, harga jual perangkat ke masyarakat otomatis akan menjadi lebih mahal demi menjaga margin keuntungan perusahaan.

Berdampak pada Berbagai Jenis Gadget Menariknya, efek domino dari kenaikan harga cip Qualcomm ini tidak hanya akan memukul pasar smartphone, terutama di segmen HP premium. Mengingat prosesor Qualcomm juga menjadi "otak" dari banyak perangkat, imbasnya akan merembet ke produk lain seperti laptop, smartwatch (jam tangan pintar), kacamata pintar, hingga perangkat Virtual Reality (VR).

Di segmen laptop, misalnya, rencana untuk menghadirkan laptop Windows terjangkau bertenaga Snapdragon seri C (di kisaran Rp 5 jutaan hingga Rp 9 jutaan) terancam batal terealisasi di harga aslinya. Laptop tersebut berpotensi dijual lebih mahal saat dilepas ke pasaran.

Selain itu, perangkat yang belum resmi meluncur seperti headset VR Steam Frame dari Valve juga terancam mengalami revisi harga jual apabila dipasarkan setelah 1 September nanti.

Keputusan Qualcomm ini praktis menambah daftar panjang faktor penyebab meroketnya harga gawai di tahun 2026. Mengingat dominasi Qualcomm di pasar teknologi, konsumen tampaknya harus benar-benar menyiapkan dana ekstra jika ingin meminang gawai idaman di paruh kedua tahun ini.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi