Dipublish oleh Tim Towa | 27 Januari 2026, 15:35 WIB
Towa News, Jakarta - Perum BULOG menggencarkan penyerapan gabah dan beras petani lokal di seluruh wilayah Indonesia sejak awal 2026. Upaya ini dilakukan untuk melindungi petani sekaligus memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan, penyerapan tahun ini difokuskan pada hasil panen lokal dengan mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP) dan Rp12.000 per kilogram untuk beras.
"Sejak awal tahun 2026, BULOG di seluruh Indonesia sudah mulai melakukan penyerapan gabah dan beras hasil panen petani dalam negeri. Ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan petani mendapatkan harga yang layak sekaligus menjaga ketersediaan stok beras nasional," ujar Ahmad Rizal Ramdhani seperti dikutip dari Kabar BUMN, Senin (26/1).
Target pengadaan tahun ini mencapai 4 juta ton setara beras, lebih tinggi dibanding periode sebelumnya. Penyerapan dilakukan secara langsung melalui Kantor Wilayah dan Kantor Cabang BULOG dengan pola jemput bola, di mana petugas mendatangi sawah, lokasi panen, hingga penggilingan padi.
Program ini telah berlangsung di berbagai sentra produksi utama mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Di Sumatera, penyerapan mencatat realisasi sejak Januari 2026 bersamaan dengan masa panen di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung.
Di Pulau Jawa, operasi penyerapan berlangsung di Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur dengan target lebih tinggi dari tahun lalu. Beberapa daerah di Jawa bahkan mencatat kenaikan target penyerapan hingga puluhan persen.
Kawasan Indonesia Tengah dan Timur juga menjadi fokus penyerapan, meliputi Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Papua. Langkah ini memastikan penguatan stok beras nasional tidak hanya bergantung pada wilayah barat.
Selain menjaga stabilitas harga di tingkat petani, kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan stok beras yang memadai untuk penyaluran sepanjang 2026, termasuk menjelang Ramadan dan Idulfitri.
BULOG melaksanakan seluruh proses secara transparan dengan melibatkan mitra penggilingan, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri untuk kelancaran operasional di lapangan.
"Dengan dimulainya penyerapan sejak awal tahun dan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, BULOG optimistis target pengadaan gabah dan beras dalam negeri tahun 2026 dapat tercapai, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan," tutup Dirut BULOG.
Program penyerapan gabah dan beras ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan perlindungan harga kepada petani di tengah dinamika pasar komoditas pangan.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Jaga Stok Pangan Jelang Lebaran, Pemerintah Fokus Distribusi...
Towa News | 29 Januari 2026, 16.46 WIB
Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi hingga Bansos Pangan Jelang...
Towa News | 29 Januari 2026, 16.40 WIB
Mendagri Apresiasi BULOG dan BAPANAS Stabilkan Harga Pangan...
Towa News | 28 Januari 2026, 13.45 WIB
Menkeu Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat Meski Ketidakpastian...
Towa News | 27 Januari 2026, 15.47 WIB
Prabowo di World Economic Forum: Kesejahteraan Rakyat, Reformasi...
Towa News | 23 Januari 2026, 13.17 WIB