Menkeu Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat Meski Ketidakpastian Global Meningkat

Dipublish oleh Tim Towa | 27 Januari 2026, 15:47 WIB

Bagikan:
X
Menkeu Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat Meski Ketidakpastian Global Meningkat
(dok.kemenkeu/irfan Bayu P.)

Towa News, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme terhadap kinerja perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menilai faktor eksternal bukan penentu utama bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Purbaya menegaskan sekitar 90 persen pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh permintaan domestik. Sementara itu, kontribusi dari sektor global hanya berkisar 10 hingga 20 persen. Karena itu, perlambatan ekonomi dunia tidak seharusnya menjadi alasan melemahnya kinerja ekonomi Indonesia.

"Kalau kita 90 persen domestic demand, 10 persen global atau lebih. Mungkin maksimal 15-20 persen. Kalau kita juga ada domestic demand, harusnya tidak ada masalah," ujar Menkeu dalam acara Indonesia Fiscal Forum 2026 di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga: Menkeu Purbaya Janji Tindak Tegas Kapal Asing yang Hindari Pajak

Menkeu menilai kondisi perekonomian domestik cukup solid. Inflasi tercatat rendah di angka 2,9 persen dengan inflasi inti sekitar 2,3 persen. Bahkan tanpa komponen harga emas, inflasi diperkirakan hanya 1,5 persen. Kondisi ini menunjukkan tekanan permintaan masih terkendali dan belum memicu overheating ekonomi.

"Jadi sebetulnya demand-nya masih relatif rendah. Belum ada demand core inflation, artinya saya bisa mendorong ekonomi ke tingkat yang lebih cepat lagi tanpa khawatir adanya kenaikan bunga yang terlalu signifikan dari Bank Sentral atau karena inflasi naik dan Bank Sentral ingin memperlambat lagi," jelasnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada beberapa triwulan terakhir berada di kisaran 5,0 hingga 5,4 persen. Menurut Purbaya, masih terdapat ruang untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi tanpa memicu kenaikan suku bunga.

Baca Juga: DPR Sahkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia

Pemerintah juga menerapkan strategi debottlenecking guna memperbaiki iklim investasi. Melalui forum lintas kementerian, berbagai hambatan usaha yang dihadapi pelaku bisnis akan diselesaikan secara cepat dan terukur.

Dengan perbaikan kinerja fiskal, optimalisasi penerimaan pajak dan bea cukai, serta pengendalian defisit anggaran, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia akan tumbuh berkelanjutan.

"Saya optimis untuk ekonomi dan pasar saham tahun ini. Anda semua jangan tunggu-tunggu lagi untuk berinvestasi atau melebarkan ekspansi bisnis Anda," pungkas Menkeu.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini dapat mencapai target yang telah ditetapkan, didorong oleh konsumsi domestik yang kuat dan berbagai kebijakan stimulus fiskal

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video