Dipublish oleh Tim Towa | 23 Maret 2026, 21:46 WIB
Towa News, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman dan harga kebutuhan pokok tetap stabil menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah mencatat kekuatan stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 28 juta ton, setara ketahanan pangan hingga 11 bulan ke depan.
"Produksi kita meningkat, panen raya terjadi di banyak daerah — Februari, Maret, dan April banyak panen di berbagai daerah, sehingga stok beras nasional sangat kuat. Produksi kita sudah berada di atas kebutuhan konsumsi nasional," ujar Amran dalam keterangan tertulis, Minggu (22/3/2026).
Stok tersebut terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah di gudang Bulog sebesar 4,09 juta ton, beras yang beredar di masyarakat sekitar 11–12 juta ton, serta potensi panen dalam waktu dekat sekitar 12 juta ton. Dengan kebutuhan beras nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan, kondisi beras nasional berada dalam posisi surplus.
Sejumlah Komoditas Strategis Surplus
Berdasarkan neraca pangan nasional hingga April 2026, beberapa komoditas strategis mencatatkan surplus. Beras tersedia 27,5 juta ton dengan kebutuhan 10,3 juta ton, surplus 17,2 juta ton. Daging ayam tersedia 2,07 juta ton dengan kebutuhan 1,34 juta ton, surplus 727 ribu ton.
Cabai rawit mencatat ketersediaan 409 ribu ton dengan kebutuhan 304 ribu ton, surplus 105 ribu ton. Adapun cabai rawit merah pada Maret surplus sekitar 46.868 ton dan cabai besar surplus 8.282 ton. Kondisi ini mendorong harga cabai mulai stabil dan cenderung turun di pasar.
Sementara itu, bawang merah tersedia 479 ribu ton dengan kebutuhan 422 ribu ton, surplus 57 ribu ton.
Pemerintah Jaga Keseimbangan Harga
Amran menegaskan pengawasan harga dilakukan lintas sektor guna mencegah penimbunan dan permainan harga, terutama pada momentum Ramadan dan Lebaran.
"Harga pangan tidak boleh terlalu tinggi karena memberatkan masyarakat, tetapi juga tidak boleh terlalu rendah karena merugikan petani. Pemerintah harus menjaga keseimbangan itu," tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan menjaga stabilitas pangan merupakan hasil kerja bersama melalui peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan, pengawasan distribusi, serta pengendalian harga di pasar.
"Kalau produksi surplus dan distribusi lancar, maka harga akan stabil. Itu yang kita jaga terus, dari hulu sampai hilir," kata Amran.
Lebaran Jadi Kemenangan Semua Pihak
Amran menyebut kondisi pangan yang kuat menjadikan Idulfitri 1447 H sebagai momentum kebahagiaan bagi seluruh rantai pangan nasional — dari petani, pedagang, hingga konsumen.
"Lebaran tahun ini kita syukuri bersama. Produksi baik, stok cukup, harga stabil. Petani tetap berproduksi, pedagang bisa berdagang, masyarakat bisa membeli dengan harga terjangkau. Lebaran tahun ini adalah kemenangan untuk semua," tutup Amran.
Sumber: Keterangan Tertulis Kementerian Pertanian RI, 22 Maret 2026
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Kunjungan Wisman ke Indonesia Tumbuh 1,11 Persen di...
Towa News | 13 Maret 2026, 13.32 WIB
Pemerintah Tegaskan Stok BBM Nasional Aman, Masyarakat Diminta...
Towa News | 11 Maret 2026, 12.13 WIB
Indonesia Catat Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.17 WIB
Stok Beras Nasional Capai 27,99 Juta Ton, Aman...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.12 WIB
Bank Mandiri Catat Kredit Tumbuh 15,62 Persen di...
Towa News | 23 Februari 2026, 11.30 WIB