Indonesia Catat Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi, Pakar IPB Sebut Bukti Swasembada Berkelanjutan

Dipublish oleh Tim Towa | 06 Maret 2026, 14:17 WIB

Bagikan:
X
Indonesia Catat Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi, Pakar IPB Sebut Bukti Swasembada Berkelanjutan
(Foto:M. Digi/ Kementan)

Towa News, Bogor - Indonesia resmi mencatatkan ekspor beras pertama di tahun 2026 sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi. Pencapaian ini menuai apresiasi dari kalangan akademisi pertanian, sekaligus dinilai sebagai indikator nyata keberhasilan program ketahanan pangan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat pertanian dari IPB University, Prima Gandhi, menyebut ekspor tersebut memiliki nilai strategis yang melampaui sekadar transaksi dagang, terutama di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu akibat konflik di kawasan Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

"Ekspor ini adalah bukti nyata bahwa swasembada beras Indonesia tidak bersifat sementara, tetapi terus berjalan secara berkelanjutan dan produktif," ujar Prima Gandhi seperti dikutip dari berbagai sumber, Kamis (5/3).

Stok Beras Terbesar dalam Sejarah

Menurut Gandhi, capaian ekspor ini didukung oleh kondisi produksi dalam negeri yang tengah berada pada titik terbaiknya. Indonesia disebut kini mencatat cadangan beras terbesar sepanjang sejarah nasional, seiring dengan peningkatan signifikan dalam manajemen stok dan kapasitas produksi.

"Lompatan produksi kita sangat jauh di atas rata-rata. Kalau stok dan pasokan dalam negeri terjaga, maka ekspor menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran Indonesia di pasar global," ujarnya.

Gandhi menegaskan bahwa hasil tersebut merupakan buah dari sinergi kebijakan pemerintah dan kerja keras Kementerian Pertanian dalam mendorong peningkatan produksi secara terukur, masif, serta berbasis teknologi.

Keseimbangan Domestik Tetap Jadi Prioritas

Meski mendukung langkah ekspor, Gandhi mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan orientasi pasar luar negeri.

"Yang terpenting adalah keseimbangan antara pasokan nasional dan peluang ekspor. Jika itu terjaga, maka ekspor menjadi simbol kemandirian pangan dan daya saing bangsa," ujarnya menegaskan.

Ia berharap ekspor perdana ini menjadi pemantik bagi gelombang ekspor berikutnya, dengan komitmen kuat bahwa kebutuhan pangan domestik tidak boleh terganggu.

Ekspor Unggas Turut Dilepas ke Tiga Negara

Selain beras, pemerintah pada kesempatan yang sama juga melepas ekspor produk unggas sebanyak 545 ton senilai Rp18,2 miliar ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste. Pengiriman tersebut akan berlangsung secara bertahap hingga 31 Maret 2026.

Langkah ini memperkuat posisi industri perunggasan nasional yang telah mencapai swasembada ayam dan telur, dan kini mulai merambah pasar internasional.

Mentan: Pertanian Indonesia Siap Bersaing Global

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia telah mencapai kemandirian produksi pada sejumlah komoditas strategis, yang kini diarahkan untuk mendorong ekspor.

"Sekarang ini kita sudah swasembada telur, ayam, beras, dan beberapa komoditas lainnya. Ekspor ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian Indonesia bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai berkontribusi pada ekonomi global," ujar Mentan Amran.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi nasional yang berdaya saing tinggi, berkelanjutan, dan berorientasi ekspor. (/red)

Sumber: Kementrian Pertanian

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video