Dipublish oleh Tim Towa | 11 Maret 2026, 12:13 WIB
Towa News, Jakarta – Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman dan tidak perlu dikhawatirkan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meluruskan kekeliruan publik yang menganggap stok BBM Indonesia hanya tersisa untuk 20 hari ke depan.
Menurut Purbaya, angka 20 hari yang beredar di masyarakat merupakan besaran stok dalam kondisi normal, bukan tanda bahwa pasokan akan segera habis. Ia menjelaskan bahwa stok tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui setiap harinya oleh PT Pertamina (Persero) sesuai kapasitas penyimpanan yang ada.
"Setiap saat kita menyetok sekian puluh hari. Kalau tidak salah 15 hari lebih. Ini stoknya 20 hari, berarti berlebih, bukan habis. Nanti kalau berkurang bisa beli lagi. Itu stok yang normal, bukan darurat," kata Purbaya seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (11/3/2026).
Purbaya juga menegaskan bahwa menyimpan BBM untuk kebutuhan satu tahun penuh justru tidak efisien secara ekonomi karena akan menimbulkan beban biaya penyimpanan yang besar.
"Ada yang bilang 'wah kita tinggal 20 hari lagi.' Bukan begitu. Kalau distok setahun kan rugi, ada cost-nya. Jadi strateginya seperti itu, sudah optimal itu," tegasnya dalam laporan CNBC Indonesia.
Harga BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik Hingga Lebaran
Purbaya juga menyampaikan bahwa pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM bersubsidi meski harga minyak mentah dunia saat ini berada di kisaran 113 dolar AS per barel. Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih cukup kuat karena asumsi harga minyak dalam anggaran ditetapkan 70 dolar AS per barel untuk sepanjang tahun.
"Kita masih aman, masih kuat. Ini kan naiknya baru beberapa hari, kita kan setahun penuh, asumsi 70. Baru berapa hari, belum cukup untuk ubah-ubah anggaran kita," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, seperti dilaporkan detikFinance, Selasa (10/3/2026).
Senada, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi setidaknya hingga Hari Raya Idulfitri.
"Saya dapat memastikan, menyangkut subsidi BBM sampai dengan hari raya, Insyaallah tidak ada kenaikan apa-apa," kata Bahlil seperti dikutip dari detikFinance, Selasa (10/3/2026).
Cadangan 23 Hari, Impor Tidak Hanya dari Timur Tengah
Bahlil mengungkapkan cadangan minyak nasional saat ini mencapai kisaran 21–25 hari dan terus diperbarui secara rutin. Ia meminta masyarakat menghentikan aksi pembelian panik yang sempat terjadi di sejumlah daerah.
"Saya meminta tidak perlu ada panic buying karena stok BBM kita cukup. Yang dimaksud 21 hingga 25 hari itu adalah kapasitas storage kita, tapi dia pergi dan datang lagi. Industri kita jalan terus," kata Bahlil.
Terkait ketergantungan pada minyak dari kawasan konflik, Bahlil menjelaskan bahwa impor minyak mentah dari Timur Tengah hanya mencakup sekitar 20–25 persen dari total kebutuhan nasional. Sementara untuk minyak jadi, Indonesia mengimpor dari negara-negara Asia Tenggara dan mengandalkan produksi dalam negeri.
Pemerintah bersama Pertamina juga disebut telah mengalihkan sebagian sumber pasokan minyak mentah ke negara-negara seperti Amerika Serikat, Nigeria, dan Brasil guna mengurangi risiko ketergantungan pada satu kawasan.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Indonesia Catat Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.17 WIB
Stok Beras Nasional Capai 27,99 Juta Ton, Aman...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.12 WIB
Bank Mandiri Catat Kredit Tumbuh 15,62 Persen di...
Towa News | 23 Februari 2026, 11.30 WIB
Disaksikan Prabowo, Indonesia dan AS Sepakati 11 MoU...
Towa News | 19 Februari 2026, 13.07 WIB
Pasokan dan Distribusi Diperkuat, Harga Cabai di Pasar...
Towa News | 18 Februari 2026, 16.41 WIB