Dipublish oleh Tim Towa | 23 Februari 2026, 11:30 WIB
Towa News, Jakarta - Bank Mandiri membuka tahun 2026 dengan kinerja keuangan yang solid. Per Januari 2026, penyaluran kredit perseroan tercatat tumbuh 15,62 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1.511,4 triliun, seiring komitmen bank pelat merah ini dalam memperkuat pembiayaan sektor produktif dan ekonomi kerakyatan.`
Pertumbuhan kredit tersebut turut mendorong total aset Bank Mandiri naik 13,96 persen YoY menjadi Rp2.191,9 triliun pada periode yang sama, berdasarkan laporan keuangan bulanan bank only Januari 2026.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyebut pencapaian ini sebagai cerminan sinergi antara strategi bisnis, manajemen risiko, dan penguatan ekosistem usaha.
"Pertumbuhan ini menjadi wujud sinergi yang terintegrasi antara strategi bisnis, pengelolaan risiko, dan penguatan ekosistem. Kami memastikan akselerasi yang bertumbuh tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi kerakyatan," ujar Novita dalam keterangan resminya, Senin (23/2).
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) secara bank only tumbuh 17,29 persen YoY menjadi Rp1.635,5 triliun. Rasio Current Account Saving Account (CASA) terjaga di level 73 persen, yang dinilai mendukung efisiensi biaya dana sekaligus memperkuat likuiditas perseroan.
Laba bersih secara month to date (MTD) juga tumbuh positif double digit, ditopang kenaikan Net Interest Income (NII) sebesar 10,2 persen YoY. Cost of Fund (CoF) tercatat turun 27 basis poin dibanding bulan sebelumnya, berada di level 2,06 persen pada Januari 2026.
Pendapatan berbasis komisi turut mencatat pertumbuhan. Fee Based Income (FBI) recurring Bank Mandiri tumbuh 16,1 persen YoY, sementara rasio Cost to Income Ratio (CIR) membaik ke angka 37,75 persen, turun sekitar 3,44 persen dibanding bulan sebelumnya yang masih melampaui 40 persen.
Di sisi digital, transaksi melalui aplikasi Livin' by Mandiri melonjak 49,3 persen YoY, diikuti peningkatan aktivitas Kopra by Mandiri sebesar 27 persen YoY, dan transaksi treasury yang naik 33 persen YoY.
"Akselerasi ekosistem digital kami arahkan untuk menghadirkan layanan yang menyeluruh dan terintegrasi bagi masyarakat dan nasabah. Melalui konektivitas yang semakin kuat antarsegmen, kami ingin memastikan setiap kebutuhan transaksi dan pembiayaan dapat terpenuhi secara lebih mudah, cepat, dan relevan dengan perkembangan ekonomi nasional," kata Novita, Senin (23/2).
Dari sisi kualitas kredit, Cost of Credit (CoC) per Januari 2026 turun 21 basis poin YoY ke level 0,35 persen. Rasio Non-Performing Loan (NPL) tetap stabil di 0,97 persen, turun 3 basis poin secara tahunan — mencerminkan selektivitas Bank Mandiri dalam ekspansi pembiayaan.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara dan mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri menyatakan akan terus mengarahkan pembiayaan pada sektor-sektor prioritas yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional serta pemberdayaan UMKM.
"Dengan fundamental yang solid, efisiensi yang terjaga, serta strategi yang adaptif, kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan sepanjang 2026," pungkas Novita.
Sumber: Situs resmi BUMN
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Disaksikan Prabowo, Indonesia dan AS Sepakati 11 MoU...
Towa News | 19 Februari 2026, 13.07 WIB
Pasokan dan Distribusi Diperkuat, Harga Cabai di Pasar...
Towa News | 18 Februari 2026, 16.41 WIB
Produksi PKO PTPN IV PalmCo Regional III Tembus...
Towa News | 18 Februari 2026, 14.02 WIB
1.000 Koperasi Merah Putih Tuntas Dibangun, 29.000 Unit...
Towa News | 18 Februari 2026, 13.46 WIB
PTPN IV PalmCo Bangun 16 Pabrik Biomethane, Ciptakan...
Towa News | 18 Februari 2026, 12.37 WIB