Dipublish oleh Tim Towa | 09 April 2026, 15:22 WIB
Towa News, Boston - Indonesia berhasil membukukan potensi transaksi senilai USD 24,7 juta atau sekitar Rp419 miliar dalam ajang Seafood Expo North America (SENA) 2026 yang digelar di Boston Convention and Exhibition Center, Amerika Serikat, pada 15–17 Maret 2026.
Capaian tersebut diperoleh melalui lebih dari 50 pertemuan bisnis antara pelaku usaha Indonesia dengan para pembeli dan importir utama di pasar AS, baik mitra lama maupun calon mitra baru.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyebut hasil itu mencerminkan daya saing produk perikanan nasional yang semakin kuat di tingkat global. "Minat terhadap komoditas unggulan seperti udang dan tuna tetap kuat, didukung persepsi positif atas kualitas produk, konsistensi pasokan, serta komitmen terhadap praktik keberlanjutan dan ketertelusuran," ujar Puntodewi sebagaimana dikutip dari siaran pers Kementerian Perdagangan, Selasa (8/4).
Atase Perdagangan RI di Washington D.C., Ranitya Kusumadewi, merinci bahwa produk seperti tuna, udang, kakap merah, gurita, cumi, dan tilapia mendapat respons positif dari sisi kualitas, harga, maupun ketersediaan pasokan. "Selain transaksi langsung, sejumlah penjajakan kerja sama juga berpotensi berkembang menjadi kontrak pembelian dalam beberapa bulan ke depan," kata Ranitya dalam laporan yang sama.
Paviliun Indonesia tampil di booth nomor 2664 dengan luas sekitar 55,7 m², mengusung tema "Indonesian Seafood: Naturally Diverse, Safe, and Sustainable". Paviliun ini tidak sekadar memajang produk, melainkan juga difungsikan sebagai ruang jaringan bisnis dan forum diskusi antara pelaku usaha dengan pemerintah.
Lima mitra dari asosiasi dan perusahaan nasional turut berpartisipasi, yakni AP5I, AP2HI yang diwakili PT Benteng Laut Sejahtera, PT Intimas Surya, PT Dharma Samudra Fishing Industries Tbk, dan PT Sari Tuna Makmur.
Di sela pameran, delegasi Indonesia juga menggelar pertemuan strategis dengan sejumlah lembaga AS, termasuk National Fisheries Institute (NFI), FDA, dan NOAA. Pertemuan itu membahas isu keamanan pangan, implementasi Marine Mammal Protection Act (MMPA), serta dinamika kebijakan perdagangan yang berdampak pada akses pasar produk perikanan Indonesia.
Pemilik sekaligus Direktur PT Sari Tuna Makmur, Sugito Wahid, menilai SENA 2026 sebagai momentum strategis. "Partisipasi dalam pameran ini memberi kami kesempatan menjangkau pembeli baru sekaligus mempererat hubungan dengan mitra yang sudah ada," ujar Sugito seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Perdagangan, Selasa (8/4).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang diolah Kementerian Perdagangan, ekspor produk perikanan Indonesia ke AS pada Januari–Februari 2026 tercatat sebesar USD 201,12 juta. Sepanjang 2025, total ekspor perikanan ke AS mencapai USD 1,17 miliar, dengan total nilai perdagangan bilateral kedua negara sebesar USD 43,80 miliar.
SENA 2026 merupakan salah satu pameran produk laut terbesar di dunia, diikuti lebih dari 1.200 peserta dari 50 negara lebih, dengan jumlah pengunjung mencapai sekitar 20.000 orang.
Sumber: Kementrian Perdagangan
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
H&M Tutup 160 Toko Secara Global Sepanjang 2026,...
Towa News | 08 April 2026, 12.36 WIB
OJK Jatuhkan Denda Rp96,33 Miliar kepada 233 Pelaku...
Towa News | 02 April 2026, 16.13 WIB
Hadapi Ketidakpastian Global, Wamenkeu Juda Beberkan Empat Prinsip...
Towa News | 02 April 2026, 15.59 WIB
Bazar Rakyat 2026 di Monas Hidupkan Ekonomi UMKM...
Towa News | 30 Maret 2026, 13.03 WIB
Stok Pangan Melimpah, Petani hingga Konsumen Senyum Sambut...
Towa News | 23 Maret 2026, 21.46 WIB