MEMUAT BERITA...

Jaga Rupiah, Bank Indonesia Pastikan Terus Intervensi Pasar Usai Rapat KSSK

Tim Towa - Towa News
Selasa, 28 Juli 2026 11:21 WIB
Jaga Rupiah, Bank Indonesia Pastikan Terus Intervensi Pasar Usai Rapat KSSK
(Foto: BPMI Setpres)

Towa News, Jakarta - Bank Indonesia memastikan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui sejumlah instrumen intervensi pasar, menyusul rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/7).

Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, stabilitas kurs rupiah tetap menjadi prioritas utama kebijakan moneter bank sentral saat ini. Untuk mendukung hal tersebut, BI akan terus hadir secara aktif di pasar valuta asing.

“Kami juga akan terus berada di pasar, baik dengan melalui intervensi di spot, DNDF, ataupun NDF. Dan juga tentunya di satu sisi juga kebijakan kami yang bersifat untuk pro-growth akan kami teruskan melalui kebijakan makroprudensial kami,” kata Destry Damayanti seperti dikutip dari keterangan resmi BPMI Setpres, Senin (27/7).

Selain intervensi pasar, Bank Indonesia juga akan melanjutkan kebijakan untuk menarik arus masuk modal asing. Sesuai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan Juli, bank sentral tetap memberikan sejumlah insentif bagi investor, salah satunya lewat penurunan biaya lindung nilai atau hedging.

“Jadi kami berlima dengan ADG (anggota dewan gubernur) yang lain akan terus komitmen dan terus melanjutkan keberlangsungan tugas kami sesuai dengan amanah yang telah dimandatkan kepada kami di Bank Indonesia,” ujar Destry Damayanti.

Komitmen tersebut disampaikan usai Destry mengikuti rapat KSSK bersama Presiden Prabowo, yang turut membahas penguatan koordinasi antarlembaga demi menjaga stabilitas sistem keuangan dan kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi