Dipublish oleh Tim Towa | 08 April 2026, 12:36 WIB
Towa News, Jakarta – Raksasa mode asal Swedia, H&M, berencana menutup sebanyak 160 gerai di berbagai negara sepanjang tahun 2026. Keputusan ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk mengalihkan fokus bisnis ke platform digital sekaligus mengoptimalkan toko-toko pilihan yang dinilai paling produktif.
Mengutip laporan The Sun yang dirilis Rabu (8/4/2026), H&M sebelumnya juga telah lebih dahulu menutup 163 lokasi sebagai bagian dari transisi serupa menuju perdagangan daring dan investasi di gerai-gerai terpilih. Dampaknya, perseroan mencatat sedikit penurunan laba pada kuartal pertama 2026 seiring penyesuaian operasional terhadap jumlah toko yang semakin berkurang.
"Optimalisasi portofolio toko telah memberikan dampak negatif yang cukup signifikan terhadap penjualan kuartal I-2026, akibat proses penutupan dan renovasi sejumlah gerai," ujar manajemen H&M dalam laporan keuangan resmi perusahaan, seperti dikutip dari detikFinance, Rabu (8/4/2026).
Meski demikian, H&M memproyeksikan efek bersih dari langkah optimalisasi tersebut akan berdampak positif secara keseluruhan hingga akhir 2026. Strategi ini dirancang untuk mendongkrak margin keuntungan per gerai sekaligus menekan pengeluaran operasional, termasuk biaya tenaga kerja.
Saat ini, penjualan melalui kanal daring menyumbang 30 persen dari total pendapatan H&M—angka yang mencerminkan pergeseran perilaku konsumen secara nyata.
Kalangan pengamat industri menilai langkah H&M ini bukan fenomena yang berdiri sendiri, melainkan cerminan dari perubahan struktural di sektor ritel fesyen global.
"Para pembeli kini lebih mengutamakan nilai, semakin terbiasa berbelanja secara online, dan loyalitas mereka terhadap toko fisik konvensional terus melemah," kata Dominick Miserandino, CEO Retail Tech Media Nexus, Rabu (8/4/2026).
Penutupan 160 gerai ini menambah panjang daftar pengurangan toko H&M dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2019, perusahaan tercatat telah menutup lebih dari 1.000 gerai di seluruh dunia, termasuk 200 toko yang ditutup sepanjang 2025.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
OJK Jatuhkan Denda Rp96,33 Miliar kepada 233 Pelaku...
Towa News | 02 April 2026, 16.13 WIB
Hadapi Ketidakpastian Global, Wamenkeu Juda Beberkan Empat Prinsip...
Towa News | 02 April 2026, 15.59 WIB
Bazar Rakyat 2026 di Monas Hidupkan Ekonomi UMKM...
Towa News | 30 Maret 2026, 13.03 WIB
Stok Pangan Melimpah, Petani hingga Konsumen Senyum Sambut...
Towa News | 23 Maret 2026, 21.46 WIB
Kunjungan Wisman ke Indonesia Tumbuh 1,11 Persen di...
Towa News | 13 Maret 2026, 13.32 WIB