Dipublish oleh Tim Towa | 30 Maret 2026, 13:03 WIB
Towa News, Jakarta - Kawasan Monumen Nasional (Monas) menjadi pusat kegiatan ekonomi kerakyatan saat Bazar Rakyat 2026 digelar pada Sabtu, 28 Maret 2026. Acara bertema "Istana untuk Rakyat" yang digagas Istana Kepresidenan ini menghadirkan ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai sektor, mulai dari kuliner hingga fesyen.
Kegiatan yang berlangsung sejak sore hari tersebut dipadati pengunjung yang antusias memborong produk-produk lokal. Suasana pasar rakyat yang inklusif itu dinilai menjadi ruang strategis bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan pendapatan di masa pascalebaran.
UMKM Kebanjiran Pembeli
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan langsung dampak positif acara ini adalah Yana, pemilik usaha kuliner Gudeg Bu Kamto. Ia mengaku membawa 500 porsi gudeg dan seluruhnya habis terjual dalam satu hari.
"Alhamdulillah, sangat senang," ujar Yana seperti dikutip dari siaran pers Kementerian UMKM, Minggu (30/3).
Bagi Yana, keikutsertaan dalam bazar ini tidak sekadar mendongkrak penjualan, tetapi juga memberikan rasa pengakuan terhadap usahanya. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar tidak hanya di ibu kota, tetapi juga menjangkau daerah-daerah lain.
Semangat serupa tampak pada stan Dapur Bu Asri. Pemiliknya, Hauzan, aktif mengajak pengunjung yang melintas untuk mencicipi sajiannya.
"Yang belum makan, silakan merapat," ujar Hauzan.
"Lebaran Kedua" bagi Pelaku UMKM
Pelaku usaha dari sektor fesyen, Ucok Nasution, menyebut Bazar Rakyat 2026 sebagai "Lebaran kedua" bagi kalangan UMKM. Menurutnya, gelaran ini berhasil membalikkan tren perlambatan ekonomi yang kerap terjadi setelah periode Lebaran usai.
Ratusan merek lokal turut berpartisipasi dalam acara tersebut. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pemilik stan, tetapi juga menggerakkan rantai ekonomi pendukung seperti tenaga produksi, pekerja lepas, serta sektor distribusi dan pengemasan.
Pengunjung: Menyenangkan dan Lengkap
Dari sisi pengunjung, Yessa yang hadir bersama keluarganya mengaku mendapat pengalaman berkesan. Selain menikmati suasana, ia juga membeli sejumlah produk lokal dan merasakan langsung kualitas yang ditawarkan para pelaku UMKM.
"Sangat menyenangkan dan lengkap," kata Yessa seperti dikutip dari siaran pers Kementerian UMKM.
Dorong Bangga Buatan Indonesia
Kementerian UMKM menyebut Bazar Rakyat 2026 sebagai wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif. Selain menggerakkan transaksi jangka pendek, kegiatan ini dinilai turut memperkuat kesadaran masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk dalam negeri.
Gelaran ini menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga momentum aktivitas ekonomi pascalebaran, sekaligus membuka ruang tumbuh bagi pelaku UMKM di seluruh penjuru negeri.
Sumber: Siaran Pers Kementerian UMKM Nomor 25/Press/SM.3.1.UMKM/2026, 30 Maret 2026
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Stok Pangan Melimpah, Petani hingga Konsumen Senyum Sambut...
Towa News | 23 Maret 2026, 21.46 WIB
Kunjungan Wisman ke Indonesia Tumbuh 1,11 Persen di...
Towa News | 13 Maret 2026, 13.32 WIB
Pemerintah Tegaskan Stok BBM Nasional Aman, Masyarakat Diminta...
Towa News | 11 Maret 2026, 12.13 WIB
Indonesia Catat Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.17 WIB
Stok Beras Nasional Capai 27,99 Juta Ton, Aman...
Towa News | 06 Maret 2026, 14.12 WIB