Towa News, Jakarta -Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah pengelolaan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mencatatkan kinerja keuangan yang menggembirakan. Berdasarkan data yang dihimpun CNBC Indonesia pada Sabtu, 27 Juni 2026, pertumbuhan laba sejumlah perusahaan pelat merah itu bahkan menembus ratusan hingga lebih dari seribu persen dalam periode April 2025 hingga April 2026.
Capaian ini dinilai mempertegas bahwa transformasi BUMN di bawah naungan BPI Danantara berjalan semakin terukur dan berorientasi pada hasil nyata.
Dari sisi nominal, PT Pertamina mencatat kenaikan laba terbesar, yakni naik Rp11 triliun menjadi Rp24,9 triliun atau tumbuh 80 persen. Disusul MIND ID yang membukukan laba Rp14,1 triliun setelah naik Rp3,3 triliun (31 persen), serta Pupuk Indonesia yang labanya melonjak 202 persen menjadi Rp4,8 triliun.
Dua bank BUMN terbesar juga turut mencatat pertumbuhan positif. Bank Mandiri membukukan laba Rp21,3 triliun (naik 13 persen), sementara Bank BRI meraih laba Rp21,2 triliun atau tumbuh 15 persen.
Namun dari sisi persentase pertumbuhan, Bank BTN menjadi yang paling mencolok. Laba bank tersebut melonjak 1.339 persen menjadi Rp1,4 triliun. Kenaikan signifikan lainnya datang dari ADHI Karya yang tumbuh 667 persen menjadi Rp69 miliar, serta Pelindo yang naik 169 persen menjadi Rp1,5 triliun.
Perusahaan Rugi Berhasil Berbalik Untung
Sejumlah BUMN yang sebelumnya merugi kini berhasil mencatatkan keuntungan. Krakatau Steel, yang sebelumnya menanggung kerugian Rp981 miliar, berbalik menjadi untung Rp635 miliar setelah menjalani proses restrukturisasi dan mendapat dukungan modal dari Danantara Asset Management (DAM).
Langkah serupa juga berhasil mengangkat kinerja Kimia Farma, dari rugi Rp160 miliar menjadi untung Rp108 miliar, serta LEN Industri yang berbalik dari rugi Rp228 miliar menjadi untung Rp314 miliar — keduanya setelah melalui restrukturisasi dan Capital Support DAM.
Semen Indonesia pun mencatat pembalikan serupa, dari rugi Rp66 miliar menjadi untung Rp106 miliar pasca-transformasi bisnis oleh DAM. Begitu pula Agrinas Pangan yang berhasil keluar dari kerugian Rp12 miliar menjadi meraup untung Rp465 miliar, serta Danareksa yang berbalik dari rugi Rp72 miliar menjadi untung Rp43 miliar.
Daftar Lengkap Pertumbuhan Laba BUMN (April 2025–April 2026)
|
No
|
BUMN
|
Laba Terkini
|
Pertumbuhan
|
|
1
|
Pertamina
|
Rp24,9 T
|
+80%
|
|
2
|
MIND ID
|
Rp14,1 T
|
+31%
|
|
3
|
Pupuk Indonesia
|
Rp4,8 T
|
+202%
|
|
4
|
Bank BRI
|
Rp21,2 T
|
+15%
|
|
5
|
Bank Mandiri
|
Rp21,3 T
|
+13%
|
|
6
|
Pegadaian
|
Rp4,3 T
|
+87%
|
|
7
|
Krakatau Steel
|
Rp635 M
|
Berbalik untung*
|
|
8
|
Bank BTN
|
Rp1,4 T
|
+1.339%
|
|
9
|
Pelindo
|
Rp1,5 T
|
+169%
|
|
10
|
LEN
|
Rp314 M
|
Berbalik untung*
|
|
11
|
Agrinas Pangan
|
Rp465 M
|
Berbalik untung
|
|
12
|
BSI
|
Rp2,8 T
|
+18%
|
|
13
|
Bank BNI
|
Rp7,2 T
|
+6%
|
|
14
|
Kimia Farma
|
Rp108 M
|
Berbalik untung*
|
|
15
|
Hutama Karya
|
Rp628 M
|
+40%
|
|
16
|
Semen Indonesia
|
Rp106 M
|
Berbalik untung*
|
|
17
|
Danareksa
|
Rp43 M
|
Berbalik untung
|
|
18
|
Injourney
|
Rp300 M
|
+33%
|
|
19
|
ADHI Karya
|
Rp69 M
|
+667%
|
|
20
|
Sucofindo
|
Rp151 M
|
+49%
|
|
21
|
ID Survey
|
Rp265 M
|
+10%
|
|
22
|
Surveyor Indonesia
|
Rp78 M
|
+10%
|
Setelah restrukturisasi dan/atau Capital Support DAM
Secara keseluruhan, rapor hijau 22 BUMN ini menjadi sinyal positif bagi portofolio BPI Danantara yang baru berjalan. Kinerja tersebut mencerminkan bahwa intervensi berupa restrukturisasi, transformasi bisnis, dan dukungan permodalan mulai membuahkan hasil yang terukur di tengah target besar pemerintah untuk mengoptimalkan aset negara.
Sumber: CNBC Indonesia
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!