Towa News, Jakarta – Pimpinan DPR RI menugaskan sejumlah anggota dewan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan beberapa menteri terkait untuk terbang ke Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), guna menyalurkan bantuan bagi korban gempa bumi di wilayah tersebut.
Penugasan ini disampaikan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat Rapat Paripurna DPR ke-2 pada Selasa (18/8/2026). Selain mengirim bantuan langsung, rombongan juga diminta mendorong percepatan realokasi anggaran yang dinilai perlu untuk mendukung penanganan bencana di lapangan.
"Pimpinan DPR juga telah menugaskan beberapa pimpinan dan anggota DPR beserta menteri keuangan dan beberapa menteri terkait lainnya untuk berangkat ke NTT, untuk kemudian memberikan bantuan-bantuan serta mendorong relokasi anggaran yang dianggap perlu," ujar Dasco, Selasa (18/8/2026).
DPR turut meminta pemerintah menyisir pos-pos anggaran yang tidak mendesak untuk dialihkan ke kebutuhan penanganan gempa Flores.
Terkait pendanaan, Purbaya sebelumnya menegaskan pemerintah telah menyiapkan anggaran khusus untuk penanggulangan bencana di seluruh Indonesia agar aspek keuangan tidak menghambat proses tanggap darurat. Ia menyebut dana siap pakai atau on call yang tersedia saat ini mencapai sekitar Rp5 triliun dan dapat dicairkan sewaktu-waktu.
Menurut Purbaya, nominal tersebut masih bisa ditambah apabila kebutuhan di lapangan meningkat, sepanjang ada pengajuan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Dana bencana itu selalu siaga di angka Rp5 triliun. Tapi kalau kurang, kita tambah lagi, tergantung kebutuhan yang diajukan BNPB," kata Purbaya, Selasa (18/8/2026).
Purbaya menambahkan, pemerintah sudah memiliki mekanisme serta standar operasional prosedur (SOP) yang dirancang agar pencairan dana bencana berjalan cepat dan responsif. Ia memastikan setiap permintaan resmi yang masuk akan segera ditindaklanjuti agar proses penanganan darurat tidak tersendat oleh kendala pendanaan.
"Begitu ada permintaan resmi masuk, kami langsung tindak lanjuti dengan cepat. Khusus untuk kebutuhan bencana, SOP kita memang dirancang responsif, selama permintaannya jelas," ujar Purbaya , Selasa (18/8/2026).
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!