Dipublish oleh Admin | 17 Februari 2025, 11:15 WIB
Towa News, Jakarta – Dewi Soekarno, istri ketiga Presiden Soekarno, tengah menjadi perbincangan publik setelah memutuskan untuk melepaskan kewarganegaraan Indonesia. Keputusan ini diambil karena ia berencana mencalonkan diri dalam pemilu Jepang yang dijadwalkan berlangsung pada musim panas 2025. Agar memenuhi syarat pencalonan, Dewi kini sedang dalam proses naturalisasi kembali sebagai warga negara Jepang setelah lebih dari enam dekade menjadi WNI.
Keputusan ini diambil setelah Dewi mendirikan Partai Heiwa 12, sebuah partai politik baru yang berfokus pada isu perlindungan hewan. Bersama pengusaha Hiroshi Horiike, ia berupaya mendorong perubahan dalam kebijakan kesejahteraan hewan di Jepang, termasuk pelarangan konsumsi daging anjing dan kucing.
Keputusan ini memicu beragam tanggapan, baik di Indonesia maupun Jepang. Apa yang melatarbelakangi langkah politik Dewi Soekarno? Bagaimana proses yang ia jalani untuk melepaskan kewarganegaraan Indonesia? Berikut ulasan lengkapnya.
Sejak menikah dengan Presiden Soekarno pada 1962, Dewi Soekarno secara resmi memperoleh status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Namun, setelah lebih dari enam dekade, ia memilih untuk kembali menjadi Warga Negara Jepang demi terlibat dalam dunia politik di Negeri Sakura.
Dalam konferensi pers di Tokyo, Dewi mengungkapkan bahwa ia saat ini sedang mengajukan proses naturalisasi untuk kembali menjadi warga Jepang dan berencana mencalonkan diri dalam pemilu mendatang.
Keputusan ini didasari keinginannya untuk mendapatkan hak pilih serta hak politik penuh di Jepang. Sebagai WNI, ia tidak memiliki kesempatan untuk maju dalam pemilu Jepang, sehingga kembali menjadi warga Jepang menjadi satu-satunya cara baginya untuk berpartisipasi dalam politik negara tersebut.
Dewi Soekarno tidak hanya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, tetapi juga menjabat sebagai pemimpin Partai Heiwa 12, sebuah partai politik yang ia dirikan bersama Hiroshi Horiike. Nama "Heiwa" dalam bahasa Jepang berarti perdamaian, sedangkan angka 12 berasal dari suara onomatope anjing ("wan") dan kucing ("nyan").
Partai ini memiliki misi utama dalam perlindungan hewan, termasuk:
Sebagai ketua partai, Dewi menekankan bahwa advokasi terhadap hak-hak hewan menjadi fokus utama dalam kampanyenya.
Melepaskan kewarganegaraan bukanlah proses yang sederhana, terutama bagi figur publik seperti Dewi Soekarno. Tahapan yang harus ia lalui meliputi:
Saat ini, Dewi masih menjalani proses naturalisasi dan diperkirakan akan resmi menjadi Warga Negara Jepang sebelum pemilu yang akan datang.
Sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Jepang, Dewi Soekarno menghadapi tantangan besar, terutama karena berasal dari partai yang masih baru. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan peluangnya:
Meski demikian, tantangan utama tetap ada, terutama dalam mengamankan jumlah suara yang cukup untuk meraih kursi di parlemen. Seberapa jauh perjuangannya akan berlangsung? Hasilnya akan terjawab dalam pemilu mendatang.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Iran Ancam Serang Kota-kota di Eropa jika Negara-negara...
Towa News | 05 Maret 2026, 10.42 WIB
Yusril: Stabilitas Pemerintahan Ditentukan Kompromi Politik, Bukan Ambang...
Towa News | 04 Maret 2026, 12.37 WIB
Produksi Beras Januari 2026 Tumbuh 38,56 Persen, Capai...
Towa News | 03 Maret 2026, 11.22 WIB
Kejagung Sita Puluhan Aset Tanah dan Pabrik Sawit...
Towa News | 03 Maret 2026, 10.59 WIB
WNI di Timur Tengah Diminta Waspada, Kemlu RI...
Towa News | 01 Maret 2026, 21.17 WIB