Dipublish oleh Tim Towa | 05 Mei 2026, 16:43 WIB
Towa News, Jakarta - Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan insentif kendaraan listrik dengan alokasi awal masing-masing 100.000 unit untuk mobil dan motor listrik. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai melakukan pertemuan dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Purbaya mengungkapkan, rencana pemberian insentif tersebut muncul setelah ia tertarik dengan proposal yang disampaikan Kementerian Perindustrian terkait stimulus sektor otomotif berbasis listrik.
"Saya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik. Selain mendorong konsumsi, kita bisa mengurangi konsumsi BBM," ujar Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Menurut Purbaya, subsidi kendaraan listrik dinilai memberi dua manfaat sekaligus: mendorong daya beli masyarakat dalam jangka pendek, serta menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini menjadi beban besar dalam anggaran negara.
Untuk motor listrik, besaran subsidi diperkirakan mencapai Rp5 juta per unit. Adapun skema subsidi untuk mobil listrik belum dirinci secara resmi. Jika kuota awal 100.000 unit habis terserap, pemerintah membuka kemungkinan penambahan alokasi pada tahap berikutnya.
"100 ribu pertama, kalau habis, kita kasih lagi. Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama akan kita kasih," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa.
Kebijakan ini ditargetkan mulai berjalan pada awal Juni 2026 guna menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV tahun ini. Purbaya menegaskan bahwa rincian skema teknis akan diumumkan lebih lanjut oleh Kementerian Perindustrian dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
"Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi untuk jangka pendek ke depan, triwulan ketiga dan triwulan keempat, Juni awal saya mulai jalan," ujar Purbaya.
Senada dengan itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan insentif kendaraan listrik semakin relevan, tidak hanya dalam konteks pengurangan emisi, tetapi juga sebagai respons terhadap ketidakpastian energi akibat gejolak geopolitik global.
"Kalau memang pemerintah memberikan insentif untuk motor atau mobil listrik, ini semakin relevan," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita usai pertemuan di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026).
Agus menambahkan, insentif tersebut diharapkan berdampak pada penurunan konsumsi BBM sekaligus menekan beban subsidi energi pemerintah. Di sisi lain, stimulus ini juga dipandang penting untuk menjaga keberlangsungan industri manufaktur dalam negeri, terutama di tengah gangguan pasokan bahan baku akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Selain membahas insentif kendaraan listrik, kedua menteri juga mendiskusikan upaya peningkatan ekspor produk manufaktur Indonesia. Purbaya menyebut dirinya berencana bertemu dengan pelaku industri di sektor tekstil, alas kaki, dan sektor lain yang membutuhkan pembiayaan murah untuk peremajaan mesin.
Jadi ekonomi bukan hanya didorong oleh pemerintah saja, tapi swasta akan hidup juga," tutur Purbaya Yudhi Sadewa dalam laporan Tirto.id.
Sumber: Antara, Kontan.co.id, Tirto.id — 5 Mei 2026
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
1.900 Awak Mobil Tangki Patra Logistik Tak Libur...
Towa News | 05 Mei 2026, 17.26 WIB
Bahlil Temui Prabowo, Kepemilikan Negara di Sektor Tambang...
Towa News | 05 Mei 2026, 17.21 WIB
Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Prabowo Gelar Rapat...
Towa News | 05 Mei 2026, 17.10 WIB
Prabowo Sambut 185 Pelajar Jawa Barat di Istana...
Towa News | 05 Mei 2026, 17.04 WIB
Diskon Tiket Pesawat 2026, PPN 100% Ditanggung Pemerintah
Towa News | 04 Mei 2026, 16.47 WIB