Dipublish oleh Tim Towa | 19 Februari 2026, 13:07 WIB
Towa News, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan 11 nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat senilai 38,4 miliar dolar AS atau setara Rp 629 triliun. Penandatanganan berlangsung dalam forum Business Summit yang digelar US-ASEAN Business Council (US-ABC) di Gedung US Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2/2026) waktu setempat.
Kesepakatan tersebut mencakup beragam sektor strategis, mulai dari pertambangan dan hilirisasi mineral kritis, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, hingga manufaktur furnitur serta pengembangan teknologi semikonduktor, Kamis (19/2/2026).
Salah satu kesepakatan paling signifikan adalah Memorandum of Agreement tentang Critical Mineral yang ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani bersama President & CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas.
Di sektor energi, MoU Oilfield Recovery ditandatangani antara Pertamina dan Halliburton, melalui CEO Pertamina Simon Mantiri dan President Director Halliburton Ankush Balla.
Sementara di bidang agribisnis, MoU terkait komoditas jagung disepakati antara PT Cargill Indonesia, PT Arena Agro Andalan, dan Cargill Inc. Adapun sektor tekstil diwakili oleh dua MoU tentang kapas (cotton), masing-masing antara Busana Apparel Group dan Daehan Global dengan U.S. National Cotton Council.
Kerja sama di industri furnitur turut masuk dalam daftar, yakni MoU antara ASMINDO dan Bingaman and Son Lumber, Inc, serta MoU antara HIMKI dan American Hardwood Export Council. Sementara itu, tiga MoU di sektor teknologi menyentuh bidang semikonduktor dan kawasan perdagangan bebas, yang ketiganya melibatkan perusahaan Indonesia Galang Bumi Industri (GBI) dengan mitra-mitra AS.
Dalam forum tersebut, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga investasi asing. "Saya rasa ini akan membuktikan tradisi orang Indonesia yang menyambut orang asing sebagai tamu. Semua tamu kami anggap harus dilindungi," ujar Prabowo.
Ia juga menekankan bahwa Indonesia akan terus menjunjung tinggi kesucian kontrak dan kesepakatan bisnis dengan investor internasional.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Pasokan dan Distribusi Diperkuat, Harga Cabai di Pasar...
Towa News | 18 Februari 2026, 16.41 WIB
Produksi PKO PTPN IV PalmCo Regional III Tembus...
Towa News | 18 Februari 2026, 14.02 WIB
1.000 Koperasi Merah Putih Tuntas Dibangun, 29.000 Unit...
Towa News | 18 Februari 2026, 13.46 WIB
PTPN IV PalmCo Bangun 16 Pabrik Biomethane, Ciptakan...
Towa News | 18 Februari 2026, 12.37 WIB
Antam dan Bukit Asam Resmi Kembali Berstatus Persero
Towa News | 18 Februari 2026, 12.20 WIB