Dipublish oleh Tim Towa | 18 Februari 2026, 12:37 WIB
Towa News, Jakarta - Sub Holding Perkebunan PTPN IV PalmCo memperluas kiprahnya di sektor energi terbarukan dengan menyiapkan pembangunan 16 pabrik Compressed Biomethane Gas (CBG) yang tersebar di Sumatera Utara dan Banten. Proyek strategis ini menggandeng PT Renikola sebagai mitra pelaksana dan dijadwalkan memasuki tahap groundbreaking pada awal 2027.
Keenam belas fasilitas tersebut dirancang untuk mengolah limbah cair dari 17 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PalmCo menjadi energi biomethane yang dapat menggantikan bahan bakar fosil. Setiap pabrik diproyeksikan mampu memproduksi 75.000 hingga 200.000 MMBTu gas biometana per tahun.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam mendorong ekonomi sirkular berbasis perkebunan sawit.
"Pembangunan 16 pabrik CBG yang terintegrasi dengan 17 PKS kami ini adalah bukti keseriusan kami. Kami tidak melihat limbah sawit sebagai residu, melainkan sebagai sumber daya energi masa depan yang memiliki nilai ekonomi tinggi," ujar Jatmiko seperti dikutip dari situs resmi BUMN, Rabu (18/2/2026).
Berawal dari Tinjowan
Ekspansi ini merupakan kelanjutan dari proyek percontohan di PKS Tinjowan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada 12 Agustus 2025 bersama PT reNIKOLA Primer Energi. Pembangunan di lokasi tersebut kini sedang dipercepat dan ditargetkan beroperasi penuh pada kuartal IV 2026.
Keberhasilan proyek percontohan itu menjadi pijakan bagi PalmCo untuk mengembangkan infrastruktur serupa secara nasional, mencakup Kabupaten Simalungun, Serdang Bedagai, Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan di Sumatera Utara, serta Kabupaten Lebak di Provinsi Banten.
Ribuan Green Jobs Menanti Masyarakat Lokal
Selain manfaat lingkungan, proyek ini juga diharapkan membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar kawasan operasional. Jatmiko memperkirakan fase konstruksi saja akan menyerap puluhan hingga ratusan tenaga kerja di setiap titik lokasi.
"Pada fase konstruksi, setiap titik pabrik membutuhkan sekitar 50 hingga 100 orang pekerja. Jika diakumulasikan dari 16 lokasi, kita berbicara tentang potensi 800 hingga 1.600 lapangan kerja baru yang terbuka bagi masyarakat sekitar," jelas Jatmiko.
Setelah pabrik beroperasi, masing-masing unit membutuhkan 8 hingga 10 personel tetap yang terlatih mengoperasikan teknologi biometana—menjadikan proyek ini bukan sekadar pekerjaan konstruksi, melainkan wahana pencetakan tenaga ahli di sektor energi hijau.
Kontribusi Nyata untuk Target NZE 2060
Proyek ini dikaitkan langsung dengan komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi karbon. Jatmiko menyebut bahwa apabila seluruh 16 pabrik beroperasi penuh, potensi pengurangan emisi dapat mencapai angka yang signifikan.
"Kami mengestimasi potensi pengurangan emisi karbon mencapai 350.000 ton CO₂ ekuivalen per tahun. Ini angka yang sangat besar dan menjadi kontribusi nyata PTPN IV PalmCo untuk Indonesia yang lebih bersih," kata Jatmiko, Rabu (18/2/2026).
Langkah ini selaras dengan target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060 dan sasaran penurunan emisi nasional sebesar 140 juta ton CO₂e pada 2030, sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 194 Tahun 2025 dalam kerangka Nationally Determined Contribution (NDC).
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Pasokan dan Distribusi Diperkuat, Harga Cabai di Pasar...
Towa News | 18 Februari 2026, 16.41 WIB
Produksi PKO PTPN IV PalmCo Regional III Tembus...
Towa News | 18 Februari 2026, 14.02 WIB
1.000 Koperasi Merah Putih Tuntas Dibangun, 29.000 Unit...
Towa News | 18 Februari 2026, 13.46 WIB
Antam dan Bukit Asam Resmi Kembali Berstatus Persero
Towa News | 18 Februari 2026, 12.20 WIB
Prabowo Resmikan 1.072 Dapur Gizi Polri, Sebut Program...
Towa News | 13 Februari 2026, 15.36 WIB