Prabowo Resmikan 1.072 Dapur Gizi Polri, Sebut Program MBG Fondasi Kebangkitan Ekonomi

Dipublish oleh Tim Towa | 13 Februari 2026, 15:36 WIB

Bagikan:
X
Prabowo Resmikan 1.072 Dapur Gizi Polri, Sebut Program MBG Fondasi Kebangkitan Ekonomi
(Dok.Sekertariat Presiden)

Towa News, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan milik Kepolisian Republik Indonesia, Jumat (13/2/2026). Peresmian yang berlangsung di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, ini juga menandai peletakan batu pertama pembangunan 107 SPPG baru.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi keberlangsungan bangsa. Kepala negara menilai upaya penyediaan pangan tidak sekadar program kesejahteraan, melainkan bagian esensial dari peradaban nasional.

"Hari ini, saya harus mengatakan bahwa saya bangga dan puas. Saudara-saudara, menghasilkan pangan, menghasilkan makanan, itu adalah melanjutkan peradaban. Tidak ada peradaban, tidak ada bangsa Indonesia tanpa pangan," kata Prabowo.

Presiden memberikan apresiasi terhadap inovasi teknologi yang diterapkan Polri dalam menjalankan SPPG. Berbagai peralatan modern seperti sistem penyaringan air, lampu ultraviolet untuk sterilisasi, hingga alat uji keamanan pangan produksi lokal dinilai telah memenuhi standar internasional.

"Tadi saya lihat alat-alat yang digunakan, dirintis oleh kepolisian. Saya lihat ada filter air, ada ultraviolet untuk membunuh bakteri di tray makanan, ada food security test food safety test yang diproduksi di dalam negeri yang tidak kalah dengan kualitas dunia," ungkap Prabowo dalam sambutannya.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Presiden juga menyoroti keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menghasilkan miliaran porsi makanan. Program ini disebut berhasil mengurangi kesenjangan sosial sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Menurut Prabowo, setiap SPPG mampu menyerap sekitar 50 tenaga kerja yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap. Dampak ekonominya pun meluas hingga meningkatkan daya beli rumah tangga dan menyerap hasil panen petani lokal secara berkelanjutan.

"Mereka lihat gini rasionya berkurang. Lapangan kerja dibentuk satu dapur, satu SPPG, 50 orang bekerja yang tadinya tidak punya penghasilan, mereka bekerja, mereka bisa bantu suami, mereka bisa membantu anaknya," jelas kepala negara seperti dilansir BPMI Setpres.

Dari perspektif makroekonomi, dunia usaha melaporkan adanya peningkatan konsumsi rumah tangga sebagai efek positif dari program MBG. Hal ini dipandang sebagai indikator awal kebangkitan ekonomi nasional sesuai amanat konstitusi.

Pesan Tegas Jaga Integritas

Di akhir pidato, Prabowo menyampaikan pesan tegas kepada seluruh pengelola kekayaan negara untuk menjaga integritas dan mengutamakan kepentingan rakyat. Ia mengancam akan menggunakan seluruh kekuatan pemerintah tanpa pandang bulu terhadap pihak yang merugikan negara.

"Saudara-saudara, jagalah kehormatan, jagalah kepentingan dan keselamatan rakyat Indonesia. Kalau kau meneruskan praktik-praktik yang merugikan bangsa dan rakyat, pemerintah akan menggunakan segala kekuatan yang ada pada pemerintah. Tanpa pandang bulu," tegas Prabowo dalam keterangan resmi kepresidenan.

Presiden juga menekankan bahwa kebangkitan ekonomi Indonesia harus dibangun di atas kemandirian nasional tanpa sikap arogansi terhadap negara lain. Program ketahanan pangan dan pemenuhan gizi dinilai menjadi pilar strategis pembangunan jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045.
 

Sumber:  BPMI Setpres

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.

Ikuti Sosial Media Kami:

X Logo Snack Video