MEMUAT BERITA...

Ekspor Indonesia Juli 2026 Tembus US$26,22 Miliar, Ditopang Lonjakan Nikel

Tim Towa - Towa News
Rabu, 02 September 2026 14:06 WIB
Ekspor Indonesia Juli 2026 Tembus US$26,22 Miliar, Ditopang Lonjakan Nikel
Ilustrasi Ekspor indonesia yang di hasilkan oleh AI (dok.Towa)

Towa News, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Juli 2026 mencapai US$26,22 miliar, naik 6,05 persen dibandingkan Juli 2025. Kenaikan ini didorong oleh ekspor nonmigas yang tumbuh 6,84 persen menjadi US$25,43 miliar, sementara ekspor migas turun 14,58 persen menjadi US$787,6 juta akibat anjloknya pengapalan minyak mentah.

Direktur Statistik Distribusi BPS, Anisa Nuraini, dalam rilis Berita Resmi Statistik No. 88/09/Th. XXIX yang diterbitkan Selasa (1/9/2026), menyebutkan bahwa secara kumulatif Januari–Juli 2026 nilai ekspor nasional mencapai US$167,03 miliar, atau naik 4,43 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

Dari sepuluh komoditas nonmigas dengan nilai ekspor terbesar sepanjang Januari–Juli 2026, hampir semuanya mencatat kenaikan. Komoditas nikel dan barang turunannya menjadi yang tumbuh paling tinggi, melonjak 49,84 persen atau senilai US$2,41 miliar. Sebaliknya, hanya logam mulia dan perhiasan/permata yang mengalami penurunan tajam, anjlok 40,08 persen atau senilai US$2,59 miliar.

"Komoditas lainnya yang juga meningkat nilai ekspornya adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, berbagai produk kimia, kendaraan dan bagiannya, hingga alas kaki," demikian tertulis dalam laporan BPS tersebut.

Tiongkok tetap menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Indonesia sepanjang Januari–Juli 2026, dengan nilai US$40,62 miliar atau memberikan kontribusi 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Posisi kedua ditempati Amerika Serikat senilai US$19,19 miliar (11,99 persen), disusul India US$11,00 miliar (6,87 persen). Kontribusi ketiga negara ini mencapai 44,25 persen dari total ekspor nonmigas nasional.

Sementara itu, ekspor ke kawasan ASEAN tercatat US$31,77 miliar dan ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$11,23 miliar.

Dari sisi provinsi asal barang, Jawa Barat mencatatkan kontribusi ekspor terbesar secara nasional pada Januari–Juli 2026 dengan nilai US$23,58 miliar (14,12 persen), diikuti Sulawesi Tengah US$14,78 miliar (8,85 persen), dan Jawa Timur US$14,42 miliar (8,63 persen). Ketiga provinsi ini menyumbang 31,60 persen dari total ekspor nasional.

Sumber: Berita Resmi Statistik BPS No. 88/09/Th. XXIX, 1 September 2026.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi