Dipublish oleh Tim Towa | 08 Januari 2026, 14:05 WIB
Towa News, Jakarta - Bursa saham Indonesia mencatatkan pencapaian bersejarah pada perdagangan Kamis (8/1/2026) setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus angka 9.000 untuk pertama kalinya.
Berdasarkan data pasar, IHSG menyentuh level 9.002 pada pukul 10.05 WIB, menandai rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) sejak indeks ini pertama kali diperkenalkan.
Pada pukul 10.55 WIB, indeks berada di posisi 8.979, naik 34,21 poin atau setara 0,38 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Indeks dibuka di level 8.946 dan sempat menyentuh titik terendah di 8.930 sebelum bergerak naik turun sepanjang sesi perdagangan.
Aktivitas Perdagangan Cukup Ramai
Perdagangan saham pada pagi hari berlangsung aktif dengan volume transaksi mencapai 26,29 miliar lembar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp12,74 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 1,91 juta kali.
Pergerakan individual saham menunjukkan sebanyak 374 saham mengalami kenaikan, 288 saham turun, dan 144 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut meningkat menjadi Rp16.418,96 triliun.
Investor Domestik Masih Dominan
Pelaku pasar lokal tetap mendominasi aktivitas perdagangan. Dari sisi volume, transaksi domestik mencapai 83,83 persen dengan rincian pembelian domestik 42,80 persen dan penjualan domestik 41,03 persen.
Sementara itu, investor asing mencatat porsi 16,17 persen dengan nilai jual sedikit lebih tinggi dibandingkan nilai beli mereka.
Total nilai perdagangan (turnover) tercatat Rp36,9 triliun. Kontribusi pelaku pasar domestik mencapai 73,31 persen, sedangkan investor asing menyumbang 26,69 persen dari keseluruhan nilai perdagangan.
Sentimen Pasar
Penguatan IHSG terjadi di tengah pergerakan beragam bursa Asia-Pasifik pada hari yang sama. Pasar regional bergerak variatif menyusul penutupan negatif Wall Street akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait sektor pertahanan.
Pelaku pasar domestik juga menantikan pengumuman realisasi APBN 2025 yang dijadwalkan disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada pukul 13.30 WIB hari ini. Kinerja anggaran negara, terutama terkait defisit dan pendapatan pajak, menjadi fokus perhatian investor.
Sumber data: RTI Business, Bursa Efek Indonesia
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Towa.co.id.
Realisasi APBN 2025 Tunjukkan Kinerja Solid, Defisit Terkendali...
Towa News | 09 Januari 2026, 08.50 WIB
Pemerintah Tetapkan Target Penerimaan Pajak Rp 2.693 Triliun...
Towa News | 08 Januari 2026, 09.12 WIB
Mentan Amran Cabut Izin 2.300 Distributor Pupuk yang...
Towa News | 07 Januari 2026, 14.03 WIB
KFC dan Pizza Hut Merger Rp14,7 Triliun, Terus...
Towa News | 02 Januari 2026, 09.55 WIB
Menkeu Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%, Optimis Indonesia Jadi...
Towa News | 17 Desember 2025, 16.45 WIB