IHSG Melonjak 5% dan Rupiah Menguat Tajam

Tim Towa - Towa News
Senin, 15 Juni 2026 14:45 WIB
IHSG Melonjak 5% dan Rupiah Menguat Tajam
ilustrasi Rupiah (dok. towa)

Towa News, Jakarta - Pasar keuangan domestik kompak bergairah pada perdagangan sesi kedua hari ini, Senin (15/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah sama-sama mencatat penguatan signifikan, didorong oleh membaiknya iklim geopolitik global menyusul kesepakatan damai awal antara Amerika Serikat dan Iran.

IHSG Lampaui Level 6.300

IHSG ditutup menguat 302,07 poin atau 5,03% ke level 6.309,73 pada akhir perdagangan sesi I, Senin (15/6/2026). Sebanyak 660 saham naik, 86 saham turun, dan 70 saham stagnan.

Seluruh indeks sektoral menguat, dengan sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 9,70%, diikuti sektor energi naik 5,81%, dan sektor perindustrian naik 5,67%.

Sejumlah saham perbankan turut mendorong penguatan indeks. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 4,64% ke posisi Rp6.200, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 4,49% ke Rp3.730, serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 4,56% ke posisi Rp2.980.

Penguatan IHSG ini melanjutkan tren positif sepekan terakhir. Tim analis MNC Sekuritas mencatat IHSG menguat 2,07% ke level 6.007 pada perdagangan Jumat (12/6/2026), dengan kapitalisasi pasar Bursa meningkat 7,31% menjadi Rp10.524 triliun dalam sepekan.

Para pelaku pasar merespons positif berbagai sentimen, baik dari dalam negeri maupun global, yang mendorong aksi beli di berbagai sektor saham unggulan. Analis menilai kenaikan di atas 3 persen pada pembukaan merupakan sinyal bullish yang kuat, meski investor tetap disarankan mewaspadai potensi aksi ambil untung (profit taking).

Rupiah Pimpin Penguatan Mata Uang Asia

Di pasar uang, nilai tukar rupiah menunjukkan performa tidak kalah mengesankan. Rupiah spot menguat 1,11% ke level Rp17.663 per dolar AS pada siang hari ini, memimpin penguatan mata uang di kawasan Asia.

Dibandingkan posisi tertinggi yang sempat mendekati Rp18.180 per dolar AS pada awal pekan lalu, rupiah kini telah menguat lebih dari Rp500 per dolar AS.

Damai AS-Iran Jadi Pendorong Utama

Sentimen positif pasar bersumber dari perkembangan geopolitik Timur Tengah. Kelanjutan rebound pasar didukung membaiknya sentimen global setelah Amerika Serikat dan Iran dilaporkan semakin dekat menuju kesepakatan damai. Kabar tersebut berhasil mengangkat bursa saham global sekaligus mendorong investor asing kembali mencatatkan pembelian bersih di pasar domestik.

Pelemahan dolar AS turut mendukung penguatan rupiah, dengan indeks dolar AS turun 0,31% ke 99,492, level terendahnya sejak 5 Juni 2026.

Di sisi kebijakan moneter, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pekan depan. Bank sentral diperkirakan kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar dan meredam tekanan dari ketidakpastian global.

Catatan bagi Investor

Bursa Efek Indonesia libur pada Selasa, 16 Juni 2026 dalam rangka peringatan 1 Muharam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, dan kembali beroperasi normal pada Rabu, 17 Juni 2026. Investor disarankan memanfaatkan hari perdagangan yang tersisa di pekan ini secara cermat.

Bagikan Artikel:

Diskusi & Komentar

Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!

Masuk untuk Bergabung ke Diskusi