Towa News, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (15/6/2026). Indeks berhasil menembus level 6.300-an, ditopang oleh serangan beli pada saham-saham milik negara.
Merujuk data RTI Business, IHSG ditutup menguat 5,03% ke posisi 6.309,73 pada akhir sesi I, naik dari level pembukaan 6.118,72. Volume perdagangan tercatat mencapai 33,25 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp 17,20 triliun, serta frekuensi transaksi sebanyak 1.928.752 kali.
Indeks saham unggulan LQ45 turut bergerak positif dengan penguatan 5,50% ke level 630.325. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 660 saham menguat, 86 saham melemah, dan 70 saham tidak bergerak hingga penutupan sesi I.
Penguatan IHSG hari ini didorong kuat oleh emiten-emiten pelat merah, khususnya di sektor pertambangan. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi yang paling agresif dengan lonjakan 15,18% ke harga Rp 5.425 per saham.
Di belakangnya, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) naik 12,98% ke level Rp 3.220 per saham. PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mengikuti dengan kenaikan 8,90% ke harga Rp 159 per saham.
Emiten pelat merah lainnya, PT Timah (Persero) Tbk (TINS), mencatatkan penguatan 7,88% ke Rp 3.560 per saham. Sementara maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) turut terbang 7,69% ke harga Rp 60 per saham.
Penguatan juga merata di sektor perbankan negara. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatatkan kenaikan tertinggi di antara bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan apresiasi 6,18% ke Rp 3.780 per saham.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menguat tepat 5% ke posisi Rp 4.410 per saham, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 4,12% ke Rp 2.970 per saham.
Penguatan serempak saham-saham BUMN ini menjadikan kelompok emiten pelat merah sebagai pendorong utama reli IHSG pada sesi pertama perdagangan hari ini.
Diskusi & Komentar
Belum ada diskusi di artikel ini. Jadilah yang pertama!